Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Tindak Lanjut Kebijakan Sampah Wisata di Gowa

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, GOWA - Upaya Eco Bhinneka Muhammadiyah mendorong pembenahan tata kelola sampah di kawasan wisata Kabupaten Gowa memasuki tahap lanjutan setelah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kamaruddin menyatakan dukungan terbuka untuk mengawal rekomendasi kebijakan yang telah disusun, termasuk mendorong Rapat Dengar Pendapat bersama pihak terkait.
Dukungan itu disampaikan saat kegiatan Pelatihan Ecobrick dan Penanaman Pohon di Desa Manimbahoi, Minggu, 30 Agustus 2026. Nilai beritanya terletak pada adanya tindak lanjut kelembagaan terhadap hasil riset dan advokasi Muhammadiyah. Agenda lingkungan yang sebelumnya dapat berhenti pada edukasi lapangan kini memperoleh pintu masuk politik untuk dibahas lebih serius pada level kebijakan.
Kamaruddin menilai Eco Bhinneka Muhammadiyah tidak datang sekadar untuk menggelar kegiatan simbolik. "Saya mengapresiasi adanya hasil riset dan rekomendasi kebijakan dari Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk Pemerintah Kabupaten Gowa. Saya mendukung dan akan mengawal agar usulan itu dapat diindahkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Pernyataan tersebut memperjelas adanya outcome yang bisa diverifikasi. Ada rekomendasi kebijakan yang telah lahir, ada dukungan dari unsur legislatif provinsi, dan ada komitmen untuk membawa isu tersebut ke forum RDP. Dalam konteks pengelolaan sampah wisata, dukungan seperti ini penting karena masalah lingkungan di kawasan destinasi tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat tanpa tindak lanjut regulasi dan pengawasan.
Kamaruddin juga menilai Kabupaten Gowa sebenarnya sudah memiliki perangkat aturan yang mendukung kelestarian lingkungan, tetapi implementasinya belum konsisten. Karena itu, ia mendorong Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa mengambil peran sebagai pelopor dalam menyiapkan pembahasan lanjutan. "Maka selanjutnya perlu ada Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa diharapkan bisa menjadi pelopornya," katanya.
Di lapangan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari unsur PC Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa, IMM, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, tokoh pemuda, serta pengelola destinasi wisata Lembah Loe dan Pendakian Gunung Bulubaria. Pelatihan ecobrick dan penanaman pohon menjadi bentuk pendidikan publik, tetapi yang membuatnya layak diberitakan lebih jauh adalah keterhubungan antara edukasi warga, hasil riset, dan peluang perubahan kebijakan.
Bagi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, kasus ini menunjukkan model advokasi yang lebih lengkap. Organisasi tidak hanya hadir dengan kegiatan sosial-lingkungan, tetapi juga menyusun rekomendasi, membangun jejaring dengan pemangku kebijakan, dan mendorong forum resmi agar masalah sampah wisata dibahas secara sistematis.
Apabila komitmen legislatif ini benar-benar ditindaklanjuti, manfaatnya akan melampaui satu kegiatan harian di Manimbahoi. Pengelolaan sampah di kawasan wisata Gowa berpeluang didorong menuju tata kelola yang lebih jelas, lebih berkelanjutan, dan lebih melibatkan masyarakat lokal bersama jaringan Muhammadiyah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





