Dosen Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude dan Publikasi Scopus Q1

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 22 Juni 2024 - Muhammad Astrianto Setiadi, seorang dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, telah berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM). Ia meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris dengan predikat cum laude.
Yudisium doktor Astrianto dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Ruang Senat FBS UNM, Gedung DA Lantai 2, Jalan Mallengkeri Raya, Parang Tambung, Makassar, dari pukul 15.00 hingga 16.00 WITA. Selama menempuh pendidikan S3 ini, Astrianto mencatatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dalam waktu tiga tahun sepuluh bulan. Salah satu syarat kelulusan yang dipenuhinya adalah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus kuartil satu (Q1), menunjukkan komitmennya terhadap kualitas riset.
Disertasi yang diangkat Astrianto berjudul Artificial Intelligence-Based Instruction in Teaching English Academic Writing in Indonesian Higher Education. Penelitian ini mengkaji secara mendalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran penulisan akademik berbahasa Inggris di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Ia mengeksplorasi berbagai aspek, termasuk persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan AI, pola penerapannya, dampaknya terhadap kegiatan belajar-mengajar, serta tantangan yang mungkin timbul.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa aplikasi berbasis AI, seperti ChatGPT, Gemini, dan Grammarly, memiliki potensi besar untuk membantu mahasiswa meningkatkan kualitas tulisan akademik mereka. Teknologi ini juga memungkinkan mahasiswa menerima umpan balik dengan lebih cepat. Bagi para dosen, AI dapat meningkatkan efisiensi dalam memberikan pendampingan dan masukan, sementara bagi mahasiswa, AI dapat memperkuat motivasi dan kepercayaan diri dalam menulis akademik berbahasa Inggris.
Namun, Astrianto turut mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam implementasi AI di pendidikan tinggi. Tantangan tersebut mencakup risiko pelanggaran integritas akademik, potensi ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi, kesenjangan literasi AI antar pengguna, serta belum meratanya kebijakan institusi terkait pemanfaatan AI. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk menyusun kebijakan yang jelas demi memastikan penggunaan AI dalam pembelajaran berlangsung secara etis, transparan, dan bertanggung jawab.
Melalui disertasinya, Astrianto mengusulkan kerangka implementasi pembelajaran berbasis AI yang menempatkan teknologi sebagai mitra, bukan pengganti. Menurutnya, AI seharusnya berfungsi untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, dan integritas akademik mahasiswa, tanpa menggantikan peran esensial dosen atau proses intelektual yang harus dilalui mahasiswa. Kerangka ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi di Indonesia dalam merancang kebijakan dan praktik pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan kemandirian mahasiswa dalam berpikir, menilai informasi, menyusun argumentasi, dan mempertanggungjawabkan karya akademiknya.
Astrianto berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu perguruan tinggi merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan AI, seraya tetap menjaga etika dan mutu pendidikan. Keberhasilan Astrianto menyelesaikan studi doktoral ini tidak lepas dari dukungan keluarga, para promotor dan kopromotor, sivitas akademika FBS UNM, serta pimpinan dan rekan sejawat di Unismuh Makassar. Studi ini juga didukung oleh Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).
Dalam pernyataannya, Astrianto menyampaikan, "Pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghasilkan riset yang berdampak serta mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan inovatif dalam pendidikan tinggi Indonesia." Ia juga berharap capaiannya dapat menginspirasi akademisi dan peneliti muda untuk menghasilkan penelitian berkualitas, memperkuat publikasi internasional bereputasi, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





