D3 Keperawatan FKIK Unismuh Jalani Asesmen LAMPTKes hingga 13 Juni

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar menjalani asesmen lapangan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan pada 10-13 Juni 2026. Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Aula FKIK Unismuh Makassar pada Rabu, 10 Juni 2026.
Sebelum pembukaan, tim asesor diterima Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, bersama para wakil rektor di Ruang Rektor Gedung Iqra Lantai 17. Kunjungan itu menandai dimulainya tahap verifikasi lapangan atas dokumen akreditasi yang sebelumnya telah melalui asesmen kecukupan.
Asesmen lapangan ini menjadi bagian dari evaluasi eksternal untuk menilai mutu tata kelola, pembelajaran, serta capaian program studi dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten. Dua asesor LAMPTKes yang bertugas adalah Dr. Prayetni, S.Kp., M.Kep., dan Elizabeth Ari Setiarini, S.Kp., Ns., M.Kes.
Kegiatan pembukaan dihadiri unsur pimpinan universitas dan fakultas, Badan Penjaminan Mutu, mitra rumah sakit dan puskesmas, organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia, asosiasi pendidikan keperawatan, serta dosen dan tenaga kependidikan FKIK Unismuh Makassar. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan bahwa proses akreditasi melibatkan dukungan lintas pihak.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani Asad, M.Sc., Sp.GK(K), menyebut asesmen lapangan sebagai momentum penting untuk menilai implementasi budaya mutu yang selama ini dijalankan program studi. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses administratif, tetapi ruang refleksi agar pengelolaan program studi terus berjalan sesuai standar dan mengalami peningkatan kualitas.
Prof. Suryani mengingatkan bahwa Prodi D3 Keperawatan memperoleh akreditasi Baik Sekali pada 2021. Sejak itu, program studi disebut terus melakukan pengembangan dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah, FKIK berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki keikhlasan, dedikasi, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, pendidikan vokasi keperawatan memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, fakultas memberikan dukungan penuh agar program studi mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan masyarakat.
Pada saat yang sama, FKIK Unismuh juga sedang menyiapkan pengembangan pendidikan keperawatan ke jenjang yang lebih tinggi. Program Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, kata Prof. Suryani, telah berproses dan tinggal menunggu jadwal visitasi pembukaan program studi.
Koordinator tim asesor LAMPTKes, Dr. Prayetni, menjelaskan bahwa selama sekitar satu bulan terakhir tim asesor telah mempelajari Laporan Evaluasi Diri dan dokumen pendukung yang dikirimkan program studi. Hasil asesmen kecukupan itu kini divalidasi dan diklarifikasi langsung di lapangan selama empat hari.
Ia menekankan bahwa sistem akreditasi terbaru tidak hanya menilai indikator kuantitatif, tetapi juga menaruh perhatian pada pendekatan kualitatif yang melihat proses, analisis, dan keberlanjutan pengembangan mutu. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta menyampaikan informasi secara terbuka dan menunjukkan bukti yang diperlukan dalam proses verifikasi.
Dr. Prayetni juga mengapresiasi keterlibatan organisasi profesi, asosiasi pendidikan, dan mitra wahana praktik dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak dapat dibangun sebagai menara gading karena kualitas pembelajaran justru lahir dari interaksi aktif dengan seluruh unsur pendukung.
Asesmen lapangan Prodi D3 Keperawatan FKIK Unismuh Makassar akan berlangsung hingga 13 Juni 2026. Selama periode itu, asesor dijadwalkan melakukan klarifikasi dokumen, wawancara dengan berbagai pihak, serta kunjungan ke wahana praktik sebagai bagian dari rangkaian penilaian akreditasi.

