Alumni UMY Raih Juara SUCI 12, Kisah Ketekunan Chairul Mukmin

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Chairul Mukmin, alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2012, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi almamaternya, sekaligus bukti ketekunan dalam mengejar impian.
Mukmin, yang merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMY, telah menunjukkan ketertarikan pada dunia komedi tunggal sejak masa kuliah. Perjalanan menuju puncak SUCI 12 bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari dedikasi dan proses panjang.
Dalam keterangan media pada Senin, 15 Juni, Mukmin mengungkapkan filosofinya tentang stand up comedy. "Tujuan utama stand up comedy memang untuk melucu. Tapi bagi saya, stand up comedy juga harus bisa menyampaikan sesuatu yang bermanfaat, bukan sekadar membuat orang tertawa," ujarnya.
Ia mengakui bahwa UMY memegang peranan penting dalam mengembangkan minatnya. Keterlibatannya di komunitas Stand Up UMY dan Standupindo Jogja menjadi wadah baginya untuk mengasah kemampuan dan membangun jaringan di dunia komedi.
Perjalanan Mukmin menuju SUCI 12 diwarnai dengan berbagai tantangan. Ia telah mengikuti audisi SUCI sejak musim keenam dan berkali-kali mengalami kegagalan. Pengalaman tersebut, menurutnya, justru menjadi bekal berharga dalam membangun mental dan kualitas penampilannya. Setelah sempat vakum selama dua tahun, ia kembali mencoba tampil. "Waktu itu saya mencoba tampil lagi dan ternyata masih bisa membuat orang tertawa. Dari situ saya berpikir, mungkin saya memang masih punya tempat di dunia ini," kenangnya.
Bagi Mukmin, perjalanan panjang ini mengajarkan arti kesabaran, ketekunan, serta pentingnya berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia meyakini bahwa di balik setiap kegagalan, terdapat proses menuju pencapaian yang lebih besar. "Jangan menyerah dan selalu berhusnuzan kepada Allah. Apa yang mungkin saat ini tidak kita dapatkan, bisa jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik. Saya pernah kecewa, tetapi ternyata Allah menyiapkan kesempatan yang jauh lebih indah melalui SUCI 12," pungkasnya.





