Riwayat Hidup
Dr H Muhammad Alwi Uddin, MAg lahir di Maros pada 8 Oktober 1950 sebagai putra Uddin dan Hj Hana. Ia menikah dengan St Wardanah ZAM, putri KH Zaenal Abidin Maffy, dan dikaruniai tujuh orang anak. Sebagai bentuk identitas keluarga, ia memberi inisial "MAWAR ISLAMIS" yang merupakan singkatan dari nama-nama anggota keluarga: Muhammad Alwi, Wardanah, Imaduddin, Sulthanillah, Lisanuddin, Amilah Ma'rifah, Musbirah, Izzul Islam, dan Syahidah Amini. Secara karakter, sahabat-sahabatnya menyebut Alwi memiliki kemiripan dengan Sahabat Umar bin Khattab karena ketegasannya, sementara yang lain mengaitkan sosoknya dengan KH Fathul Muin Daeng Maggading.
Sejak 1960-an, Alwi Uddin sudah mendalami Islam melalui Sekolah Arab atau ngaji sore. Pendidikan formalnya ditempuh di Sekolah Rakyat Negeri 6 Tahun (tamat 1963), Madrasah Mu'allimin I Muhammadiyah selama empat tahun (tamat 1967), lalu Madrasah Mu'allimin Ulya Muhammadiyah selama dua tahun (tamat 1969). Ia kemudian kuliah di Fakultas Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Makassar (Sarjana Muda 1974), Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makassar (Sarjana lengkap 1982), Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Magister Agama 1997), dan akhirnya meraih gelar Doktor dari Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada 2013, meski harus berbagi waktu dengan amanah Muhammadiyah.
Profesi pendidik mendominasi perjalanan hidupnya. Ia menjadi Guru Agama Islam di Departemen Agama dari 1967 hingga 1998. Di Universitas Muhammadiyah Makassar, ia mengabdi sebagai dosen yang merangkap amanah persyarikatan. Sebelum menjadi Ketua PWM, Alwi Uddin telah lama berkhidmat di struktur Muhammadiyah, termasuk sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PMW Sulsel pada masa Sanusi Maggu, yang mendokumentasikan sejumlah momen penting seperti pembelian mobil dinas Al-Buraq tahun 1981. Pengalaman panjangnya di majelis dan struktur PWM membuatnya tumbuh sebagai kader senior yang memahami detail sejarah dan dinamika persyarikatan.
Pada Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Alwi Uddin terpilih sebagai Ketua PW Muhammadiyah Sulsel periode 2010 sampai 2015. Di bawah kepemimpinannya, PWM Sulsel meneruskan agenda penguatan kader ulama, pemberdayaan amal usaha (terutama perguruan tinggi Muhammadiyah), serta konsolidasi organisasi di daerah dan cabang. Tim kerjanya antara lain didukung oleh Dr KH Mustari Bosra sebagai Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel 2010 sampai 2015 yang juga aktif dalam dokumentasi sejarah persyarikatan. Selama kepemimpinannya, naskah Sejarah dan Biografi Ketua-ketua Muhammadiyah Sulawesi Selatan (1931 sampai 2015) berhasil dirampungkan sebagai jejak perjalanan sembilan dasawarsa Muhammadiyah di tanah Bugis-Makassar.
Ketegasan dan komitmen Alwi Uddin terhadap kemurnian gerakan Muhammadiyah membuat kebijakannya kerap dinilai keras, tetapi konsisten menjaga marwah persyarikatan. Profesi pendidik selama lebih dari tiga dasawarsa, ditambah ketekunannya menyelesaikan studi doktoral di tengah amanah organisasi, menjadi bukti kesungguhannya mengamalkan semangat menuntut ilmu yang ditanamkan sejak ia menjadi pelajar Mu'allimin pada 1960-an. Selepas masa jabatan ketua, ia tetap aktif sebagai dosen dan tokoh sepuh Muhammadiyah Sulsel.
Sorotan Kepemimpinan
- Ketua PW Muhammadiyah Sulsel periode 2010 sampai 2015, kader lama yang merintis karier sejak menjadi Sekretaris Majelis Tabligh era Sanusi Maggu pada 1980-an
- Meraih gelar Doktor di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada 2013 di tengah amanah memimpin PWM Sulsel
- Alumnus lengkap jenjang Muhammadiyah: Mu'allimin I, Mu'allimin Ulya, dan Fakultas Ushuluddin Unismuh Makassar
- Saksi dan dokumentator hidup sejarah persyarikatan, termasuk kisah pembelian mobil dinas Al-Buraq pada 1981
- Memberi inisial keluarga MAWAR ISLAMIS sebagai bentuk identitas keluarga yang berpijak pada nilai Islam



