Widyastuti: Pustaka Menjadi DNA Muhammadiyah, Sejarah Lokal Perlu Diperluas

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, SURABAYA - Pustaka bukan sekadar tempat menyimpan buku bagi Muhammadiyah. Ia adalah salah satu jalan untuk merawat ingatan, menyebarkan gagasan, dan menyiapkan kader yang memahami akar gerakannya.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Widyastuti, saat pembukaan Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch II di Hotel Dafam Pacific Caesar, Surabaya, Jumat (7/8/2026).
"Pustaka itu menjadi satu hal yang menjadi DNA-nya Muhammadiyah sejak awal berdirinya," ujar Widyastuti. Ia mengingatkan bahwa tradisi keilmuan dan penerbitan telah tumbuh bersama persyarikatan, antara lain melalui Suara Muhammadiyah dan Suara Aisyiyah.
Menurutnya, kerja menulis sejarah perlu terus diperluas. Sejarah Muhammadiyah tidak hanya berada pada peristiwa besar dan tokoh yang dikenal luas, tetapi juga pada pengalaman warga, amal usaha, ranting, cabang, dan gerakan sosial di daerah.
"ASM Batch Kedua ini menghasilkan provokator-provokator positif untuk penulisan sejarah di wilayahnya dan di wilayah sekitarnya," kata Widyastuti.
Widyastuti juga menyebut penguatan kajian sejarah tampak di lingkungan perguruan tinggi. Lima perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah telah membuka program studi Pendidikan Sejarah, sebuah modal untuk memperluas penelitian serta melahirkan penulis sejarah yang tekun pada sumber.
Dalam kesempatan itu, PWM Jawa Timur mendapat apresiasi atas keterlibatan para sejarawan dan terbitnya buku-buku yang mendokumentasikan perjalanan Muhammadiyah di wilayahnya. Kerja tersebut memperlihatkan bahwa penulisan sejarah dapat tumbuh ketika organisasi, kampus, dan peneliti saling menguatkan.
Bagi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, dorongan ini relevan untuk menelusuri jejak dakwah, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan kepeloporan warga di berbagai kabupaten dan kota. Banyak cerita penting berada dekat dengan kita, namun masih menunggu diteliti, diverifikasi, dan ditulis secara bertanggung jawab.
ASM Batch II berlangsung hingga 11 Agustus 2026. Forum ini diharapkan mempertemukan minat sejarah dengan keterampilan riset, sehingga dokumen, kesaksian, dan arsip lokal dapat berubah menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.




