Unismuh Raih Pendanaan Kajian Hilirisasi Pakan Ikan LMO

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar menerima pendanaan Skema Dorongan Teknologi: Tim Pakar/Pengkaji 2026 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dana tersebut dipakai untuk mengkaji kesiapan hilirisasi teknologi Lemak-Mineral-Organik, atau LMO, dalam formula pakan ikan.
Pendanaan ini menempatkan Unismuh pada tahap penting sebelum suatu hasil riset dibawa ke penggunaan yang lebih luas. Kajian tidak ditujukan untuk langsung menyatakan produk siap dipasarkan. Tim justru akan menguji apa yang sudah siap, hambatan yang masih ada, serta langkah yang diperlukan jika teknologi LMO akan dikembangkan lebih lanjut.
Tim pengkaji diketuai Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU, dan melibatkan empat pakar dengan bidang kerja yang berbeda. Menurut Rahmi, penilaian hilirisasi tidak dapat berhenti pada pertanyaan apakah produk bekerja secara teknis. Kesiapan produksi, calon pengguna, kelayakan ekonomi, regulasi, dan perlindungan kekayaan intelektual juga harus diperiksa.
"Hilirisasi teknologi tidak cukup hanya memastikan bahwa produknya bekerja secara teknis. Kita juga harus melihat kesiapan produksinya, siapa calon penggunanya, apakah layak secara finansial, dan apakah seluruh aspek regulasi serta kekayaan intelektualnya sudah terpenuhi," kata Rahmi, dikutip dari Khittah.co, Rabu, 23 September 2026.
Pada aspek teknologi, Dr. Nur Insana Salam, S.Pi., M.Si. akan mengkaji karakteristik dan fungsi LMO, spesifikasi serta parameter kinerja, termasuk Tingkat Kesiapterapan Teknologi. Tim juga akan menelaah alur produksi, bahan baku, utilitas, peralatan, kebutuhan sumber daya manusia, kapasitas produksi, dan konsistensi mutu jika proses diperbesar.
Kajian teknis itu dimaksudkan untuk mengidentifikasi titik yang masih perlu diperbaiki sebelum teknologi bergerak ke tahap penerapan. Rahmi menegaskan bahwa produk pada skala lebih besar harus tetap memiliki mutu, kinerja, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aspek pasar dan model bisnis ditangani Dr. Asriyanti Syarif, S.P., M.Si. Pekerjaannya meliputi pemetaan calon pengguna, kebutuhan pasar, produk pembanding, harga yang dapat diterima, serta pilihan distribusi. Dari penilaian itu, tim akan menyusun proposisi nilai dan strategi masuk pasar bila hasil kajian mendukung pengembangan selanjutnya.
Sementara itu, Dr. Khadijah Darwin, S.E., M.Ak., Ak. menangani penilaian keuangan dan risiko. Komponen yang akan dihitung mencakup investasi awal, biaya operasional, kebutuhan modal kerja, proyeksi pendapatan, serta analisis titik impas, periode pengembalian modal, nilai kini bersih, dan tingkat pengembalian internal. Risiko operasional, pasar, investasi, dan keberlanjutan usaha juga masuk dalam penilaian.
Bagian regulasi dan kekayaan intelektual dikerjakan Dr. Auliah Andika Rukman, S.H., M.H. Tim akan memetakan izin teknis dan komersial, sertifikasi, standar mutu, serta status perlindungan kekayaan intelektual yang dibutuhkan sebelum sebuah produk dapat masuk ke pasar. Analisis itu juga mencakup kemungkinan kerja sama dan transfer teknologi.
Dengan pendanaan tersebut, Unismuh telah memperoleh dukungan untuk menyatukan penilaian teknis, pasar, keuangan, dan hukum dalam satu peta jalan. Hasilnya diharapkan memberi dasar yang lebih terukur bagi keputusan berikutnya, bukan janji bahwa formula LMO telah siap diproduksi atau dipasarkan.
Kajian ini berkaitan dengan pengembangan sektor perikanan dan sistem pangan. Jika tahap kesiapan, mutu, dan kelayakan dapat dipenuhi pada proses berikutnya, teknologi tersebut berpotensi mendekatkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan pembudidaya dan pelaku usaha. Pada tahap saat ini, capaian yang terverifikasi adalah pendanaan kajian hilirisasi dari Kemendiktisaintek.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





