Unismuh Makassar Dukung MUSDA IX MUI Sulsel dan Perkuat Sinergi Keumatan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar menyatakan dukungan terbuka terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah IX Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 23 Agustus 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Dukungan itu disampaikan saat panitia pelaksana MUSDA melakukan audiensi di Ruang Rektor Unismuh Makassar, Gedung Iqra Lantai 17, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, menilai MUSDA IX MUI Sulsel sebagai agenda keumatan yang memiliki arti strategis bagi konsolidasi ulama dan organisasi Islam di daerah. Karena itu, kampus menyatakan siap berkontribusi sesuai kapasitasnya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, baik melalui dukungan kelembagaan maupun penguatan jejaring sumber daya manusia.
Rakhim Nanda menjelaskan bahwa hubungan MUI Sulsel dengan Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan dari kiprah kader dan tenaga ahli yang selama ini terlibat dalam kepengurusan maupun program-program keumatan. Menurutnya, kerja sama yang selama ini telah berjalan perlu dilanjutkan dalam bentuk yang lebih terstruktur agar kampus tidak hanya hadir sebagai simbol dukungan, tetapi juga menjadi mitra yang berguna bagi penguatan dakwah dan pembinaan umat.
Dalam audiensi itu, Rakhim Nanda menyampaikan pernyataan yang menegaskan posisi kampus. Ia mengatakan, "Unismuh Makassar mendukung pelaksanaan MUSDA IX MUI Sulawesi Selatan," seraya menekankan kesiapan perguruan tinggi untuk membangun sinergi agar kegiatan tersebut berjalan sukses dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa ruang kolaborasi antara kampus dan MUI cukup luas. Selain agenda dakwah, sinergi juga dapat diarahkan pada pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pembinaan karakter umat, serta penyusunan langkah-langkah pencerahan yang relevan dengan dinamika sosial dan keagamaan di Sulawesi Selatan. Dalam pandangan Unismuh, kampus dan ulama memikul tanggung jawab bersama untuk menghadirkan solusi yang konkret bagi masyarakat.
Pihak panitia MUSDA menyambut baik posisi Unismuh tersebut. Ketua Panitia Pelaksana MUSDA IX MUI Sulsel, H. Baidillah Sahabuddin, S.E., M.Si., menyebut audiensi itu sebagai bagian dari persiapan teknis sekaligus penguatan komunikasi kelembagaan. Ia berharap Unismuh dapat mengambil peran aktif dalam membantu kelancaran pelaksanaan MUSDA maupun dalam tindak lanjut program-program yang dirumuskan sesudah forum tersebut selesai.
Baidillah menilai keterlibatan institusi pendidikan Muhammadiyah penting karena MUI memerlukan mitra yang memiliki kekuatan dalam produksi pengetahuan, pembinaan kader, dan pengembangan kapasitas umat. Dukungan dari kampus, menurutnya, akan memperluas daya jangkau program MUI, terutama pada bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan sumber daya manusia yang memerlukan basis akademik yang kuat.
Audiensi itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. K.H. Mustari Bosra, M.A. Ia melihat pertemuan dengan pimpinan Unismuh sebagai langkah yang tepat karena banyak unsur Muhammadiyah selama ini menjadi bagian dari kepengurusan maupun gerakan MUI di Sulsel. Karena itu, ia berharap komunikasi yang terjalin tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang terukur dan berkelanjutan.
Bagi Unismuh Makassar, penguatan hubungan dengan MUI Sulsel sejalan dengan peran perguruan tinggi Muhammadiyah yang menggabungkan pengembangan ilmu pengetahuan dengan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kampus menilai kontribusi akademik, kaderisasi, dan dakwah publik harus berjalan bersamaan agar lembaga pendidikan tidak terlepas dari kebutuhan umat yang nyata di lapangan.
Rakhim Nanda juga menyampaikan harapan agar MUSDA IX MUI Sulsel menghasilkan keputusan-keputusan yang memperkuat peran ulama di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Menurutnya, forum dua hari tersebut perlu melahirkan arah program yang jelas, tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk kemaslahatan umat Islam Sulawesi Selatan secara lebih luas.
Dengan dukungan Unismuh Makassar, panitia MUSDA memperoleh penguatan moral dari salah satu kampus Muhammadiyah terbesar di Indonesia Timur. Pertemuan ini menunjukkan bahwa relasi antara dunia kampus dan lembaga keulamaan di Sulsel sedang diarahkan ke bentuk kolaborasi yang lebih operasional, khususnya dalam dakwah, pendidikan, dan pembinaan kehidupan keumatan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





