InCAMP di Unismuh Catat Dua Artikel Terbit dan Dua Diterima

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Pendampingan Inclusive Publication Camp (InCAMP) 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar mulai menghasilkan capaian terukur dalam publikasi ilmiah internasional. Per 25 September 2026, dua artikel peserta Batch 1 telah terbit dan dua lainnya dinyatakan diterima oleh jurnal.
Perkembangan itu dipaparkan dalam monitoring dan evaluasi InCAMP yang berlangsung di Unismuh Makassar pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Program pendampingan ini telah berjalan sekitar empat bulan dan tidak berhenti pada pelatihan penulisan singkat.
Selain empat artikel yang telah mencapai tahap terbit atau diterima, sumber mencatat sembilan artikel telah disubmit dan empat masih dalam proses penelaahan sejawat. Sebanyak 33 peserta masih menyusun naskah. Data tersebut menunjukkan proses publikasi peserta sudah bergerak ke tahapan yang dapat diverifikasi, meski sebagian besar naskah belum mencapai hasil akhir.
Ketua Tim Artikel Ilmiah Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Muhammad Husni Tamrin, menjelaskan InCAMP 2026 dikembangkan dari program percontohan 2025. Pada pelaksanaannya tahun ini, peserta didampingi sejak menyusun artikel, memilih jurnal, mengajukan naskah, hingga merespons masukan reviewer.
"Harapannya tetap teman-teman bisa semangat sampai terus ke puncak publish, mulai dari Q1 sampai dengan Q4. Harapannya bisa di Q1," kata Husni, dikutip dari Khittah.co.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menilai pendampingan berkelanjutan diperlukan karena dosen tidak hanya menghadapi persoalan menulis. Mereka juga perlu menentukan jurnal yang sesuai, menyiapkan pengajuan, dan menanggapi proses telaah yang dapat berlangsung berulang.
Menurutnya, peningkatan mutu dan jumlah publikasi memberi dampak pada pengembangan sumber daya manusia, akreditasi, serta pemeringkatan perguruan tinggi. Namun, capaian pada tahap monitoring ini perlu dibaca sesuai statusnya: dua artikel sudah terbit, dua diterima, sementara artikel lain masih berada pada tahap penulisan, submission, atau review.
Ketua Tim Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Mustakim, S.Sos., M.Si., menyebut pengalaman menulis, memilih jurnal, melakukan submission, dan menghadapi reviewer dapat menjadi bekal peserta untuk publikasi berikutnya. LLDIKTI Wilayah IX, menurut sumber, juga berencana memperkuat pola pendampingan publikasi setelah melihat model InCAMP.
Di Unismuh, kegiatan monitoring diarahkan pada persiapan submission, pemantauan perkembangan artikel, pendampingan kelompok, dan pembahasan cara merespons reviewer untuk bidang teknik maupun ilmu sosial. Dengan capaian yang sudah dicatat, program ini memperlihatkan hasil awal pendampingan publikasi yang melibatkan kampus Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





