Unismuh Integrasikan OBE, Teknologi Digital, dan Kekhasan Kurikulum

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Universitas Muhammadiyah Makassar menyiapkan sistem digital untuk menghitung dan menganalisis ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) di setiap program studi. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 2026.
Pembahasan dilakukan dalam rapat persiapan penerapan kurikulum OBE di Ruang Rapat Wakil Rektor, Lantai 16 Menara Iqra Unismuh Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026. Forum itu menghadirkan jajaran pimpinan universitas, Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Digital Futuristik (P4DF), serta para ketua program studi.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, menjelaskan bahwa penghitungan CPL selama ini masih banyak dilakukan secara manual. Pola tersebut memakan waktu panjang dan membebani ketua program studi yang pada saat bersamaan harus menangani urusan akademik dan administratif lain.
Karena itu, Unismuh menilai sistem digital diperlukan agar pengukuran CPL tidak berhenti pada pencatatan angka. Data yang terkumpul harus bisa dibaca untuk menemukan bagian mana yang belum tercapai, apa penyebabnya, dan perbaikan apa yang perlu dilakukan pada proses pembelajaran.
Burhanuddin menekankan bahwa digitalisasi dibutuhkan bukan sekadar demi efisiensi kerja, tetapi juga untuk menyediakan data yang akurat bagi evaluasi mutu pembelajaran dan kebutuhan akreditasi. Dengan sistem yang lebih rapi, program studi dapat memantau ketercapaian lulusan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang penilaian eksternal.
Sekretaris P4DF Unismuh Makassar, Dr Ishaq Madeamin, menambahkan bahwa pengembangan aplikasi harus ditopang oleh data kurikulum yang tersusun sistematis. Komponen yang perlu disiapkan mencakup hubungan antara CPL, capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sub-CPMK, mata kuliah, materi pembelajaran, serta instrumen penilaian.
Menurut Ishaq, setiap program studi harus lebih dahulu menuntaskan matriks hubungan mata kuliah dengan CPL dan dokumen analisis pembelajaran. Dari dokumen itulah nanti disusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS), modul bahan ajar, rubrik penilaian, dan sistem asesmen digital yang akan dipakai dalam implementasi OBE.
Hingga rapat berlangsung, sekitar 32 program studi disebut telah menyerahkan dokumen kurikulum dan analisis pembelajaran. Dokumen ini akan diperiksa kembali sebelum dimasukkan ke dalam sistem pengukuran yang sedang dibangun oleh universitas.
Unismuh juga menyiapkan tahap lanjutan berupa workshop penyusunan RPS dan modul berbasis OBE. Dosen pengampu, terutama yang menangani mata kuliah pada semester awal tahun akademik 2026, diminta terlibat agar penerapan tidak berhenti di level kebijakan, tetapi masuk ke praktik pembelajaran di kelas.
Dalam proses penyusunan dokumen, teknologi kecerdasan buatan mulai dimanfaatkan untuk membantu merancang struktur RPS, instrumen tugas, dan rubrik penilaian. Meski demikian, Ishaq menegaskan bahwa seluruh hasil tetap harus diperiksa dan disempurnakan oleh dosen, karena kualitas kurikulum tetap bergantung pada pemahaman akademik pengampu mata kuliah.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, mengingatkan bahwa penerapan OBE juga harus dibarengi penciri kurikulum yang jelas. Ia menilai identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perlu tetap menjadi landasan, tetapi universitas juga harus mampu menerjemahkan kekhasan akademiknya secara lebih operasional di tiap program studi.
Prof Andis mengusulkan agar arah besar kampus yang dirumuskan dalam tagline "Integrated Green Islamic Futuristic" ikut diterjemahkan ke dalam kurikulum. Dengan begitu, penciri Unismuh tidak hanya hadir sebagai slogan, tetapi tampak dalam struktur mata kuliah, materi pembelajaran, dan budaya akademik yang dibangun di dalam kampus.
Melalui persiapan ini, Unismuh ingin memastikan penerapan OBE tidak berjalan administratif semata. Digitalisasi pengukuran CPL, penataan dokumen kurikulum, pemanfaatan teknologi secara terarah, dan penegasan kekhasan universitas diposisikan sebagai satu rangkaian untuk memperbaiki mutu pembelajaran dan kualitas lulusan secara berkelanjutan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





