Revitalisasi Pembelajaran ISMUBA: Fondasi Karakter Islami di Madrasah Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan sebuah diskusi daring yang berfokus pada penguatan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (ISMUBA) di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Acara yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli ini diikuti oleh ratusan kepala madrasah Muhammadiyah dan merupakan bagian dari upaya implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Muhammadiyah 2024.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, dalam kesempatan tersebut menegaskan posisi ISMUBA sebagai keunggulan historis Muhammadiyah. Menurutnya, sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menunjukkan perhatian besar terhadap pendidikan, dan ISMUBA adalah wujud nyata dari komitmen tersebut.
Didik Suhardi menjelaskan bahwa ISMUBA memiliki tiga pilar utama dalam pembentukan karakter peserta didik. "Melalui Al-Islam, peserta didik dibekali nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak. Melalui Kemuhammadiyahan, mereka diperkenalkan kepada sejarah, ideologi, dan gerakan Islam Berkemajuan. Ketiga, yaitu Bahasa Arab yang juga menjadi sarana untuk memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam," paparnya. Ia menambahkan bahwa ISMUBA lebih dari sekadar mata pelajaran; ia berfungsi sebagai instrumen kaderisasi, pembentuk karakter, dan penguat identitas Muhammadiyah.
"Maka dari itu tidak berlebihan jika banyak orang tua yang memilih sekolah Muhammadiyah yang tak hanya mengajarkan anak-anak cerdas secara akademik, tapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat," ujar Didik, menggarisbawahi daya tarik pendidikan Muhammadiyah.
Diskusi ini menghadirkan tim ISMUBA dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah sebagai narasumber, termasuk Bagus Mustakim, Nurhuda Kurniawan, dan Dr. Iwan Junaedi, beserta tim penyusun kurikulum dan buku ajar lainnya. Mereka menguraikan bahwa pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah dirancang berdasarkan Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah 2024. Kurikulum ini mengintegrasikan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, hingga sistematika buku ajar secara terpadu. Acuan utama kurikulum ini adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 mengenai Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Kurikulum Merdeka untuk Madrasah.
Struktur pembelajaran ISMUBA mencakup Akidah, Akhlak, Adab, Kisah Keteladanan, Fikih, Al-Qurβan Hadis, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Setiap komponen disusun secara sistematis, mulai dari penetapan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran (ATP), hingga pengembangan buku teks yang dirancang untuk mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) serta pembentukan karakter pelajar berkemajuan.
Selain itu, diperkenalkan pula desain buku ajar terbaru yang dikembangkan oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Buku ini memiliki sistematika pembelajaran yang komprehensif, meliputi tujuan pembelajaran, intisari materi, teks pemantik, aktivitas awal, pendekatan pembelajaran, materi inti, aktivitas proses, penguatan pelajar berkemajuan, rangkuman, uji kompetensi, pengayaan, dan refleksi. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kontekstual, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan karakter Islami pada peserta didik.
Forum ini juga membuka ruang dialog bagi para peserta untuk memberikan masukan mengenai implementasi materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Diharapkan, hasil diskusi ini akan menjadi bahan penyempurna dalam pengembangan perangkat pembelajaran, sekaligus memperkuat keselarasan antara kurikulum, buku ajar, dan praktik pengajaran di seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





