MDMC dan Lazismu Buka Pos Gempa Manggarai Timur, Layani 3.466 Warga

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MANGGARAI TIMUR - Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center bersama Lazismu membuka pos pelayanan kemanusiaan di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk merespons dampak gempa Flores. Hingga Ahad, 16 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA, layanan yang dijalankan telah menjangkau 3.466 warga dengan fokus pada kebutuhan kesehatan, pangan, air bersih, hunian darurat, dan dukungan psikososial.
Operasi ini menjadi bagian dari tanggap darurat Muhammadiyah di sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores. MDMC dan Lazismu menyiapkan layanan dasar selama masa darurat yang direncanakan berlangsung 30 hari. Untuk memperkuat operasi, Pos Koordinasi dibuka di enam kabupaten dan sembilan titik layanan Muhammadiyah disiapkan sebagai jaringan pelayanan lapangan.
Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Delapan tim Emergency Medical Team disiagakan, dibantu relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima. Sejumlah mahasiswa KKN dari UMY, UAD, dan Universitas Muhammadiyah Kupang juga dilibatkan dalam pelayanan bersama masyarakat serta pemerintah setempat. Dukungan lintas daerah itu diperlukan karena cakupan kebutuhan warga cukup luas dan tersebar.
Ketua Pos Koordinasi MDMC, Indrayanto, menegaskan bahwa akurasi data dan koordinasi menjadi fondasi penanganan darurat. "Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah," katanya. Menurut dia, keterhubungan relawan dengan pemerintah setempat dibutuhkan agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan penyintas.
Di Manggarai Timur, tim gabungan memusatkan pendataan di empat wilayah pesisir Kecamatan Sambi Rampas, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota. Wilayah-wilayah ini diprioritaskan karena jumlah penyintas tinggi dan kerusakan infrastruktur cukup besar. Pendataan dilakukan bersama mahasiswa, puskesmas, Koramil, Polsek, dan pemerintah kecamatan untuk memetakan kondisi korban serta kebutuhan mendesak.
Untuk mendukung layanan lapangan, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur sebagai pusat pengobatan, dapur umum, pendataan, dan layanan informasi. Sementara itu, Posko Sekretariat di kantor sekolah yang sama berfungsi mengintegrasikan data dari desa-desa terdampak agar proses verifikasi berjalan berjenjang dan distribusi bantuan lebih tepat sasaran.
Respons cepat ini memperlihatkan pola kerja kemanusiaan Muhammadiyah yang menggabungkan jaringan relawan, institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan koordinasi pemerintah lokal. Fokusnya bukan hanya pada kehadiran simbolik di lokasi bencana, tetapi pada penyediaan layanan dasar yang terukur bagi penyintas selama fase paling rentan pascagempa.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





