PWM Sulsel Lepas Rombongan Muktamar Nasyiatul 'Aisyiyah dan Tapak Suci di Makassar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan melepas rombongan peserta dan penggembira yang akan mengikuti Muktamar Nasyiatul 'Aisyiyah ke-15 serta Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Jawa Tengah. Pelepasan berlangsung di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Keberangkatan itu tidak hanya diposisikan sebagai urusan mobilisasi peserta. PWM Sulsel menjadikannya sebagai momentum konsolidasi kader, karena delegasi yang berangkat membawa nama daerah sekaligus amanah untuk berpartisipasi dalam forum nasional yang menentukan arah gerakan organisasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul 'Aisyiyah Sulawesi Selatan, Darnawati Radjab, melaporkan total delegasi Nasyiatul 'Aisyiyah Sulsel mencapai 125 orang. Rinciannya, 67 orang terdaftar sebagai peserta penuh dan 58 lainnya sebagai penggembira. Dari jumlah itu, 91 orang berangkat pada 4 Agustus 2026, sementara 12 orang sudah lebih dahulu berangkat pada 31 Juli 2026.
Rombongan Nasyiatul 'Aisyiyah diarahkan menuju Surakarta untuk mengikuti Muktamar ke-15. Menurut Darnawati, kehadiran delegasi Sulawesi Selatan di forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kuota kehadiran, tetapi mampu menyumbangkan pikiran yang relevan bagi penguatan gerakan Nasyiatul 'Aisyiyah ke depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal delegasi selama perjalanan dan selama berada di arena muktamar. Semangat satu kata, satu komando, dan satu aksi disebut menjadi bekal penting agar seluruh peserta dapat bergerak rapi dan saling menguatkan.
Pada saat yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Arifuddin, menyampaikan bahwa rombongan Tapak Suci juga telah disiapkan untuk agenda muktamar. Sebanyak 72 peserta Tapak Suci Sulsel ikut dalam keberangkatan tersebut, di luar penggembira yang masih dikoordinasikan dalam skema perjalanan.
Arifuddin menjelaskan bahwa selama menggunakan kapal, koordinasi kedua rombongan tetap dilakukan secara bersama. Setelah tiba di Surabaya, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke lokasi masing-masing sesuai agenda, yakni Semarang untuk Tapak Suci dan Surakarta untuk Nasyiatul 'Aisyiyah.
Ketua PWM Sulsel, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., dalam arahannya menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh peserta menjaga ketertiban selama perjalanan, terutama saat berada di kapal, agar proses keberangkatan hingga tiba di lokasi tujuan berlangsung aman dan tertib.
Ambo Asse juga menegaskan bahwa perjalanan menuju muktamar bukan ruang kosong dari dakwah. Cara peserta berbicara, bersikap, dan berinteraksi selama perjalanan dipandang sebagai representasi nilai Muhammadiyah yang harus dijaga di hadapan masyarakat maupun peserta dari daerah lain.
Selain soal etika perjalanan, ia mendorong delegasi Sulsel membawa ide-ide segar yang bisa diterjemahkan menjadi program unggulan untuk Nasyiatul 'Aisyiyah maupun Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Menurutnya, setiap forum muktamar harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemajuan Persyarikatan, bukan sekadar menghadiri agenda seremonial.
Pesan lain yang ditekankan adalah pentingnya memilih figur kepemimpinan yang berintegritas, peduli terhadap Persyarikatan, dan memiliki komitmen keagamaan yang kuat. Bagi PWM Sulsel, proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan menjadi penentu keberlanjutan gerakan Muhammadiyah dalam jangka panjang.
Ambo Asse menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh delegasi menjaga nama baik Persyarikatan dan Sulawesi Selatan selama mengikuti rangkaian muktamar. Ia berharap perjalanan pulang dan pergi berjalan lancar, forum muktamar sukses terlaksana, dan delegasi Sulsel kembali membawa semangat baru untuk memperkuat kerja-kerja organisasi di daerah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





