Pendidikan Muhammadiyah Kian Diminati, Jumlah Siswa Capai 1,07 Juta

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Selasa, 14 Juli 2026 - Masyarakat semakin menaruh kepercayaan pada lembaga pendidikan Muhammadiyah-'Aisyiyah, yang tercermin dari lonjakan jumlah peserta didik. Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, menyampaikan laporan ini dalam acara live streaming "Ketum PP Muhammadiyah Menyapa" yang menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027 dengan tema "Gembira, Berkarya".
Dalam laporannya yang disiarkan pada Selasa, 14 Juli, Didik Suhardi mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik di sekolah dan madrasah Muhammadiyah-'Aisyiyah pada Tahun Ajaran 2025/2026 telah mencapai sekitar 1.070.000 siswa. Angka ini menunjukkan peningkatan hampir dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dalam kesempatan ini kami ingin melaporkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah murid Muhammadiyah mengalami kenaikan. Tahun 2025-2026 kemarin mengalami kenaikan hampir 2 persen, sehingga total jumlah murid kita ada 1.070.000. InsyaAllah tahun ini juga mengalami peningkatan berdasarkan laporan wilayah yang masuk kepada kami," ujar Didik.
Peningkatan signifikan ini, menurut Didik, merupakan hasil dari upaya kolektif yang melibatkan kepala sekolah, guru, pengelola sekolah dan madrasah, serta seluruh jajaran Persyarikatan. Mereka secara berkelanjutan melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan terhadap amal usaha pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah.
Tren pertumbuhan peserta didik yang positif ini terlihat di banyak wilayah. Beberapa daerah yang sebelumnya sempat mengalami penurunan, seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, Depok, Lampung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kini kembali menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang berarti.
Perkembangan serupa juga terjadi di Jawa Tengah, Kotawaringin Timur, Malang, dan Jambi. Sebagai contoh, ada daerah yang pada tahun 2023 hanya memiliki sekitar 2.500 peserta didik, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 6.500 siswa. Demikian pula, wilayah yang pada 2024 memiliki sekitar 500 peserta didik, pada 2026 telah bertambah menjadi 626 peserta didik.
"Jadi banyak sekali perkembangan yang sangat positif. Tentu ini tidak lepas dari teman-teman mantan kepala sekolah, mantan pengurus, dan juga kepala sekolah yang sudah berhasil membesarkan amal usahanya. Kami juga setiap tahun mengirimkan tim ke lapangan untuk memberikan penguatan kepada mereka," ungkapnya.
Didik juga menekankan pentingnya komitmen dan daya juang dalam memajukan pendidikan Persyarikatan. "Kalau kita serius, komitmen, memiliki daya juang membesarkan pendidikan Muhammadiyah, insyaallah dengan upaya yang luar biasa semua bisa kita lakukan," tambahnya.
Selain peningkatan jumlah siswa, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga mencatat berbagai pencapaian strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Pada tahun 2026, sebanyak 370 siswa Muhammadiyah berhasil lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten, berhak melaju ke jenjang berikutnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Muhammadiyah semakin merata, tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa. Untuk memperkuat keunggulan di bidang sains, Majelis ini terus mengembangkan Program MIPA yang kini telah diterapkan di 102 sekolah Muhammadiyah.
Dalam konteks internasionalisasi pendidikan, Muhammadiyah sejak tahun 2025 telah mengembangkan Training Center Pusat Bahasa. Selanjutnya, pada tahun 2026, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah berencana menyelenggarakan bimbingan teknis Program MIPA Bilingual guna meningkatkan kompetensi komunikasi peserta didik.
Melalui program-program ini, Didik berharap lebih banyak lulusan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang berkualitas dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri, sekaligus menjadi duta dakwah Persyarikatan di kancah global. "Karena itu kami berupaya agar anak-anak lulusan sekolah Muhammadiyah dan MA Muhammadiyah bisa mengambil porsi anak-anak kita yang bisa berkuliah di luar negeri, sekaligus sebagai upaya dakwah kita untuk mensyiarkan ajaran pendidikan Muhammadiyah ke seluruh dunia," pungkas Didik.
Didik Suhardi menutup laporannya dengan menegaskan bahwa peningkatan jumlah peserta didik, prestasi akademik, penguatan program sains, dan inisiatif internasionalisasi pendidikan merupakan modal krusial bagi Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia optimis Tahun Ajaran Baru 2026/2027 akan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadirkan sekolah dan madrasah yang unggul, berkemajuan, serta adaptif terhadap tantangan zaman, sehingga semakin dipercaya masyarakat sebagai tempat mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing global.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





