Muhammadiyah Sulawesi Selatan Siapkan Akademi Marbot Masjid, Targetkan Peran Percontohan Nasional

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SOLO, 25 Mei 2024 - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Inisiatif ini diwujudkan melalui keikutsertaan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Sulawesi Selatan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) tingkat nasional yang diselenggarakan di Solo. Sulawesi Selatan dipercaya sebagai wilayah percontohan atau pilot project untuk pengembangan AM3 di Kawasan Timur Indonesia (KTI), dengan tujuan mencetak marbot masjid yang profesional, berkemajuan, serta memiliki kapasitas keilmuan dan manajerial yang mumpuni.
Delegasi LPCR-PM Sulawesi Selatan yang mengikuti ToT AM3 di Solo terdiri dari lima akademisi dan kader persyarikatan. Mereka adalah Dr. Muktashim Billah, Lc., M.H., Dr. Zainal Abidin, S.H., M.H., Mursalin, S.Pd., M.Pd., Rudini, S.Pd., M.Pd., dan Syukur Saleh, S.Pd.
Sebelum keberangkatan tim ke Solo, Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan, Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh. Ia menekankan pentingnya partisipasi optimal peserta agar ilmu yang didapat dapat segera diaplikasikan untuk kemajuan dakwah kemasjidan di Sulawesi Selatan.
"Kami sangat berharap tim yang diutus dapat sukses menjalani seluruh rangkaian program ToT di Solo ini dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk kemajuan dakwah kemasjidan di Sulawesi Selatan," ujar Mawardi, yang dikonfirmasi pada Senin, 29 Juni 2026.
Partisipasi aktif Sulawesi Selatan dalam program strategis ini juga mendapat sambutan positif dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., menyatakan optimisme tinggi terhadap kesiapan Sulawesi Selatan untuk menjadi pelopor pengembangan Akademi Marbot Masjid di wilayah Indonesia Timur.
"Kami sangat menantikan hadirnya Akademi Marbot Masjid di Sulawesi Selatan. Program ini tidak hanya akan memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah di Sulsel, tetapi juga menjadi ujung tombak peradaban dan model pengembangan bagi wilayah lain di Indonesia Timur," kata Jamaluddin.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Pengembangan Masjid LPCR-PM PP Muhammadiyah, Ir. Kusnadi Ikhwani, turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kolaborasi antara PWM Sulawesi Selatan dan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendukung program ini merupakan bukti nyata keseriusan Muhammadiyah Sulsel dalam membangun ekosistem kemasjidan yang berdaya saing.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi luar biasa antara PWM Sulsel dan Universitas Muhammadiyah Makassar yang mengirimkan dua tim sekaligus dalam ToT ini. Hal tersebut menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah Sulsel untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang unggul dan berkemajuan," ujarnya.
Menyikapi penunjukan Sulawesi Selatan sebagai wilayah percontohan, Ketua LPCR-PM Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengawal implementasi program AM3 setelah pelatihan di Solo berakhir.
"Kami di LPCR-PM Sulawesi Selatan siap memaksimalkan program AM3 ini. Keikutsertaan dalam ToT di Solo merupakan langkah awal yang sangat strategis. Setelah pelatihan, kami akan segera melakukan konsolidasi dan menyusun langkah implementasi agar target melahirkan marbot yang profesional dan berkemajuan dapat segera terwujud," tegas Andi Sukri.
Selama ToT AM3, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, meliputi manajemen kemasjidan, fikih ibadah, kepemimpinan marbot, hingga tata kelola program yang berorientasi pada kemakmuran jamaah dari aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Dengan bekal pengetahuan ini, Sulawesi Selatan diharapkan mampu menjadi inisiator lahirnya ekosistem masjid Muhammadiyah yang modern, inklusif, dan berfokus pada pembangunan peradaban Islam di Indonesia Timur.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





