Muhammadiyah Berkontribusi dalam Forum WHO Eropa untuk Ketahanan Kesehatan Pasca-Bencana Gempa

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - ISTANBUL, Rabu, 26 Juni 2024 - Koordinator Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, ditunjuk sebagai panelis dalam pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) regional Eropa. Forum tersebut berlangsung di Istanbul, Turki, pada tanggal 1 hingga 2 Juli 2026, dengan agenda utama membahas upaya memajukan keamanan kesehatan melalui manajemen darurat pasca-gempa bumi.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Muhammadiyah dalam agenda internasional ini. Menurutnya, partisipasi ini sekaligus menegaskan pengakuan global terhadap peran Muhammadiyah. "Alhamdulillah, mengharumkan nama Muhammadiyah di kancah global. Terima kasih dr. Corona Koordinator Emergency Medical Team Muhammadiyah," ujar Syafiq.
Di kancah global, Muhammadiyah dikenal luas sebagai organisasi keagamaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan. Organisasi ini seringkali menjadi solusi dan berkontribusi aktif dalam berbagai negara untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan, termasuk dalam penanggulangan bencana alam seperti di Turki dan berbagai wilayah lainnya. Langkah-langkah kemanusiaan yang dijalankan Muhammadiyah senantiasa didasari oleh nilai-nilai tauhid, ajaran Islam murni, dan semangat kemanusiaan universal.
Dr. Corona Rintawan menjelaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta dari sekitar 40 negara di kawasan Eropa. Para peserta terdiri atas Menteri Kesehatan, perwakilan negara anggota WHO, organisasi internasional, mitra pembangunan, akademisi, serta pakar dan praktisi penanggulangan bencana. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi internasional dapat diperkuat dalam membangun ketahanan sistem kesehatan menghadapi dampak gempa bumi.
Ia merinci agenda pertemuan, di mana hari pertama fokus pada sesi teknis yang membahas praktik-praktik terbaik dalam penguatan sistem kesehatan yang tangguh, kesiapsiagaan nasional, konsep rumah sakit aman bencana, peran EMTs, inovasi digital, serta pembelajaran melalui tinjauan pasca-aksi (after-action review). Selanjutnya, hari kedua dilanjutkan dengan sesi Ministerial Roundtable, di mana Indonesia diwakili langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama yang tertuang dalam Istanbul Outcome Statement.
"Ini menghasilkan komitmen bersama para menteri dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan terhadap bencana gempa bumi melalui Istanbul Outcome Statement," ungkap dr. Corona. Ia berharap, kepercayaan yang telah diberikan ini akan mendorong Muhammadiyah untuk terus menjaga amanah, berkontribusi nyata, dan memberikan manfaat yang signifikan di tingkat global.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





