Muhammadiyah Berduka atas Wafatnya Prof. Chamamah Soeratno, Tokoh Aisyiyah dan Cendekiawan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 15 Mei 2024 - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Prof. Dr. Chamamah Soeratno. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah untuk dua periode, yakni 2000-2005 dan 2005-2010, ini wafat pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 20.13 WIB.
Haedar Nashir menyoroti bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi Persyarikatan. Beliau dikenal sebagai sosok cendekiawan sekaligus pejuang 'Aisyiyah yang memiliki dedikasi luar biasa, keluasan pemikiran, dan semangat pengabdian yang tak tergoyahkan. "Kita kehilangan tokoh 'Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan Persyarikatan. Beliau selain Guru Besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili 'Aisyiyah," ujar Haedar pada Selasa (7/7).
Dalam kenangannya, Haedar menggambarkan Prof. Chamamah sebagai pribadi yang ramah dalam setiap pergaulan, namun tetap kokoh memegang prinsip-prinsipnya. Di berbagai forum diskusi, almarhumah dikenal atas keterbukaannya terhadap perbedaan pandangan dan sikap hormatnya kepada setiap individu yang berdialog dengannya. "Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat. Kepada generasi muda pun Prof. Chamamah selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan," tuturnya.
Lebih jauh, Haedar menilai bahwa pengabdian Prof. Chamamah dalam memajukan 'Aisyiyah adalah teladan berharga yang patut diwarisi oleh generasi penerus. Menurutnya, kepemimpinan almarhumah dibangun di atas fondasi keilmuan yang kuat, jejaring yang luas, serta semangat berkhidmat yang tak pernah surut. "Pengkhidmatannya penuh untuk memajukan 'Aisyiyah. Bagi para pimpinan 'Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran. Itulah kekuatan yang sangat berharga bagi seorang pemimpin penggerak Persyarikatan," ungkap Haedar.
Di akhir pernyataannya, Haedar turut memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala kekhilafannya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. "Semoga almarhumah Prof. Chamamah Soeratno husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran, serta jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah," tutupnya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





