Mahasiswa Pendidikan Fisika Unismuh Makassar Sukses Raih Gelar Sarjana dengan Publikasi Scopus Q2

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Senin, 13 Juli 2026 - Melani Putria Dewi Sari, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya tanpa harus menempuh ujian skripsi. Capaian ini diraih setelah artikel hasil penelitiannya diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2.
Melani mempertanggungjawabkan karya tulisnya dalam ujian diseminasi hasil penelitian yang berlangsung di Mini Hall FKIP Unismuh Makassar pada Senin, 13 Juli 2026. Ujian tersebut dihadiri oleh empat penguji, yaitu Dr. Baharullah, M.Pd., Dr. Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., Prof. Hartono Bancong, M.Pd., Ph.D., serta Dr. Rahmawati, S.Pd., M.Pd.
Jalur kelulusan yang ditempuh Melani bukan berarti ia bebas dari kewajiban penelitian. Sebaliknya, proses penelitiannya justru melibatkan tahapan yang lebih kompleks dan panjang, mulai dari pengembangan media, pengumpulan serta analisis data, penulisan artikel dalam bahasa Inggris, proses penelaahan oleh mitra bestari, revisi, hingga akhirnya diterima dan diterbitkan di jurnal internasional bereputasi.
Mengembangkan Laboratorium Fisika Berbasis VR
Artikel ilmiah yang mengantarkan Melani meraih gelar sarjana berjudul The Effect of Virtual Reality-Based Experiments on Students’ Conceptual Understanding of the Hydrogen Emission Spectrum in High School. Karya tersebut dipublikasikan pada jurnal Physics Education Volume 61 Tahun 2026 dengan nomor artikel 045024. Jurnal ini diterbitkan oleh IOP Publishing dan telah terindeks Scopus Q2.
Melani tercatat sebagai penulis pertama, berkolaborasi dengan Prof. Hartono Bancong, M.Pd., Ph.D., Dr. Rahmawati, S.Pd., M.Pd., dan Nurazmi, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini berfokus pada pengujian efektivitas penggunaan laboratorium berbasis Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran spektrum emisi hidrogen di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Laboratorium virtual yang dikembangkan memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen fisika menggunakan perangkat VR. Siswa dapat berinteraksi dengan komponen seperti tabung hidrogen, sumber daya, kisi difraksi, kolimator, teleskop spektrometer, serta mengamati garis spektrum dalam lingkungan tiga dimensi yang imersif.
Riset ini melibatkan 216 siswa kelas XII dari tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Gowa, SMA Negeri 14 Gowa, dan SMA Negeri 13 Makassar. Sebanyak 108 siswa mengikuti pembelajaran menggunakan laboratorium VR, sementara 108 siswa lainnya menjadi kelompok kontrol dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang menggunakan laboratorium VR memiliki pemahaman konseptual yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang belajar secara konvensional. Kelompok VR juga mencatat peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman, terutama dalam kemampuan menafsirkan, merangkum, mengklasifikasikan, dan menarik kesimpulan.
Pembimbing Melani, Prof. Hartono Bancong, mengemukakan bahwa teknologi VR sangat membantu siswa dalam memahami konsep fisika yang sulit diamati secara langsung melalui metode pembelajaran konvensional. Ia menjelaskan, “Melalui teknologi Virtual Reality, konsep-konsep fisika yang abstrak dapat divisualisasikan secara lebih nyata. Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan fenomena fisika secara virtual.” Menurutnya, penggunaan laboratorium VR memfasilitasi siswa untuk mengaitkan fenomena garis spektrum dengan konsep tingkat energi, perpindahan elektron, panjang gelombang, dan energi foton.
Pembimbing lainnya, Dr. Rahmawati, menilai bahwa capaian Melani merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa program sarjana memiliki potensi besar untuk menghasilkan penelitian yang diakui secara internasional. Ia menambahkan, “Mahasiswa sarjana memiliki peluang besar untuk menghasilkan karya yang diakui di tingkat nasional maupun internasional apabila didukung dengan komitmen dan pendampingan yang baik.” Dr. Rahmawati juga menggarisbawahi bahwa publikasi pada jurnal internasional bereputasi menuntut konsistensi, ketelitian metodologis, kemampuan menulis ilmiah yang mumpuni, serta kesiapan untuk melakukan revisi berdasarkan masukan dari penelaah jurnal.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh, Dr. Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa jalur publikasi bukanlah jalan pintas untuk meraih gelar sarjana. Ia menekankan bahwa mahasiswa tetap wajib menjalankan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Perbedaannya terletak pada penilaian hasil penelitian yang tidak hanya diuji di lingkungan kampus, tetapi juga dievaluasi oleh editor dan penelaah dari komunitas ilmiah internasional sebelum diterbitkan. Dr. Ma’ruf menyatakan, “Prestasi yang diraih Melani membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi dan penelitian yang berkualitas.” Ia menambahkan bahwa Prodi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa dalam mengembangkan budaya riset, menguasai teknologi pembelajaran, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan manfaat signifikan bagi dunia pendidikan.
Keberhasilan Melani ini menjadi teladan bahwa tugas akhir mahasiswa dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran fisika. Melalui publikasi Scopus Q2 tersebut, Melani tidak hanya menyelesaikan studi sarjana, tetapi juga meninggalkan rekam jejak ilmiah yang dapat diakses, diuji, dan dikembangkan lebih lanjut oleh para peneliti serta pendidik dari berbagai negara.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





