Dosen Unismuh Makassar Paparkan Strategi Adaptasi Bisnis di Era Transformasi Digital pada Forum

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JOHOR, MALAYSIA, MALAYSIA, Sabtu, 13 Juli 2026 - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menunjukkan komitmennya dalam kancah internasional. Dr. M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro KR, S.E., M.M., salah satu dosennya, diundang sebagai narasumber utama dalam International Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 150 peserta, termasuk dosen, mahasiswa, peneliti, dan akademisi, dengan fokus pada tema "Innovation in Business Management, Entrepreneurship, and Digital Economy: Driving Competitiveness and Sustainable Growth in the Era of Digital Transformation."
Dalam pemaparannya selama 30 menit, Dr. Rendra menguraikan berbagai strategi yang diperlukan untuk menghadapi dinamika transformasi digital yang telah mengubah lanskap dunia usaha secara fundamental. Ia menyoroti bagaimana perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), serta pergeseran perilaku konsumen telah membawa implikasi besar terhadap cara pengelolaan bisnis modern.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi krusial bagi organisasi agar tetap kompetitif di tengah pesatnya ekonomi digital. “Perkembangan Artificial Intelligence, Big Data, Internet of Things, serta perubahan perilaku konsumen telah mengubah lanskap dunia usaha secara fundamental. Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan strategis agar organisasi mampu bertahan, berkembang, dan memenangkan persaingan global,” tegas Dr. Rendra.
Ia melanjutkan, inovasi dalam manajemen bisnis tidak hanya terbatas pada penciptaan produk atau layanan baru. Organisasi juga dituntut untuk mengembangkan model bisnis yang fleksibel, meningkatkan efisiensi operasional, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, pembangunan budaya kerja yang kreatif dan kolaboratif juga dianggap esensial.
“Inovasi dalam manajemen bisnis mencakup pengembangan model bisnis yang adaptif, peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, serta pembangunan budaya organisasi yang kreatif dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan,” jelasnya.
Pada segmen kewirausahaan, Dr. Rendra menekankan pentingnya bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan teknologi digital dalam menciptakan solusi inovatif bagi kebutuhan masyarakat. Ia berpendapat bahwa kesuksesan bisnis saat ini tidak hanya diukur dari profitabilitas, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan nilai tambah dan dampak sosial yang berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menguraikan bahwa ekonomi digital telah mengalami pertumbuhan eksponensial, didorong oleh pemanfaatan AI, Big Data, e-commerce, dan financial technology (fintech). Teknologi-teknologi ini, menurutnya, memungkinkan organisasi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat proses bisnis, dan memperluas jangkauan pasar global dengan lebih efisien.
“Keberhasilan organisasi di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengintegrasikan inovasi, manusia, dan teknologi dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem inovasi yang berdaya saing global,” pungkas Dr. Rendra.
Selain memaparkan peluang, Dr. Rendra juga mengingatkan tentang berbagai tantangan dalam transformasi digital, seperti kesenjangan kompetensi digital, ancaman keamanan siber, dan laju perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ia menyarankan agar organisasi memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan membangun budaya inovasi berkelanjutan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah serta sektor industri.
Sesi presentasi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab selama 30 menit, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan, meliputi implementasi transformasi digital di sektor pendidikan, strategi pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi, pemanfaatan AI dalam keputusan manajerial, hingga pengembangan SDM di era digital.
Partisipasi Dr. Rendra dalam forum internasional ini merupakan bagian dari upaya Unismuh Makassar untuk memperluas jejaring akademik global. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi dalam riset, pendidikan, dan pertukaran gagasan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum akademik internasional, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi. Diharapkan, kolaborasi semacam ini akan terus berkembang, memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi, guna meningkatkan daya saing institusi di kancah global.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





