Lazismu Maros dan Dinkes Perluas Cek Kesehatan Gratis di Ruang Publik

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAROS - Lazismu Kabupaten Maros bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maros menggelar layanan cek kesehatan gratis di kawasan Car Free Day Kantor Bupati Maros pada Ahad, 16 Agustus 2026. Program yang melibatkan UPTD Puskesmas Mandai ini difokuskan pada edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, dan deteksi dini faktor risiko di ruang publik yang ramai dikunjungi warga.
Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua yang dijalankan Lazismu Maros bersama fasilitas kesehatan pemerintah. Pekan sebelumnya, layanan serupa juga dilakukan bersama UPTD Puskesmas Turikale. Pola berulang ini menunjukkan bahwa program tidak ditempatkan sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai model pelayanan sosial yang ingin dijaga kesinambungannya.
Ketua Lazismu Kabupaten Maros, Muhammad Nurdin, mengatakan tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memberi pemeriksaan gratis satu hari. "Kami berharap program cek kesehatan gratis ini tidak berhenti sebagai kegiatan layanan kesehatan sesaat. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan harus menjadi kebiasaan dan bagian dari gaya hidup sehari-hari," kata Nurdin.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi medium untuk mengenalkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat diolah menjadi program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Nurdin menilai pemahaman publik soal zakat perlu diperluas, tidak berhenti pada kewajiban menunaikan, tetapi juga pada dampak pengelolaannya bagi kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Penjelasan serupa disampaikan Manager Lazismu Maros, Muh Alwi Alamsyah. Ia menyebut kawasan Car Free Day dipilih karena mempertemukan layanan kesehatan, aktivitas olahraga, dan interaksi warga dalam satu ruang terbuka. "Kami ingin membawa layanan Lazismu ke ruang publik. Di sini masyarakat bisa berolahraga, memeriksa kesehatan, sekaligus mendapatkan edukasi tentang zakat," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus, mengapresiasi kolaborasi ini karena sejalan dengan upaya pencegahan penyakit di tingkat masyarakat. Ia menegaskan, "Deteksi dini sangat penting karena semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin cepat pula intervensi dapat dilakukan." Bagi Dinas Kesehatan, pemeriksaan berkala di ruang publik dapat membantu membangun budaya sehat sebelum warga masuk pada fase penanganan penyakit yang lebih berat.
Kolaborasi Lazismu dan Dinas Kesehatan Maros memperlihatkan bahwa pengelolaan zakat dapat dipertemukan dengan layanan kesehatan preventif secara konkret. Dengan membawa layanan ke titik keramaian warga, program ini memperluas jangkauan manfaat sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah dalam pengabdian sosial berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





