Lazismu Makassar Salurkan Bantuan Darurat bagi Korban Kebakaran di Alauddin

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Lazismu Kota Makassar menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Sultan Alauddin 3, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Kamis, 18 Juni 2026. Respons cepat ini dilakukan sehari setelah kebakaran melahap 11 unit rumah dan membuat puluhan warga terdampak kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, sedikitnya 21 orang menjadi korban terdampak dalam peristiwa tersebut. Situasi pascakebakaran menyisakan duka mendalam karena banyak keluarga harus menghadapi kehilangan mendadak sekaligus kebutuhan dasar yang langsung meningkat, mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, bahan pangan, hingga alat belajar untuk anak-anak.
Merespons kondisi itu, Lazismu Makassar bergerak bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jongaya untuk menyisir kebutuhan para korban dan menyalurkan bantuan darurat. Kolaborasi ini memperlihatkan pola kerja Persyarikatan yang menggabungkan kekuatan lembaga filantropi dengan struktur cabang agar bantuan cepat sampai kepada warga yang membutuhkan.
Ketua PCM Jongaya, Kandacong Melle, menyerahkan langsung 21 paket bantuan dari Lazismu serta 42 paket Rendangmu kepada para penyintas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga dalam fase tanggap darurat, terutama saat banyak keluarga belum kembali memiliki dapur, perlengkapan rumah tangga, maupun cadangan kebutuhan harian.
Manager Lazismu Kota Makassar, Muhammad Imaduddin, menjelaskan bahwa seluruh paket logistik yang dibawa merupakan amanat dari para muzakki, munfik, dan mudhohi yang menyalurkan donasi melalui Lazismu. Karena itu, isi bantuan dirancang tidak hanya menjawab kebutuhan fisik jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi selimut, peralatan mandi, serta alat tulis kantor untuk siswa-siswi korban kebakaran. Kehadiran alat tulis menjadi penting karena bencana semacam ini sering membuat anak kehilangan perlengkapan sekolah, padahal proses belajar harus tetap berjalan meski keluarga sedang menghadapi masa sulit.
Selain logistik harian, Lazismu juga menyalurkan "Qurban Rendangmu", yakni produk olahan daging kurban kemasan yang mudah disimpan dan diolah. Bantuan pangan adaptif seperti ini dipilih agar para penyintas tetap memiliki akses pada asupan bergizi di tengah keterbatasan dapur umum atau peralatan memasak yang belum pulih sepenuhnya.
Imaduddin menegaskan bahwa kebutuhan pemulihan korban tidak akan selesai dalam satu kali penyaluran bantuan. Karena itu, ia mengajak masyarakat luas ikut bergotong royong melalui kanal donasi resmi Lazismu Makassar agar proses pendampingan pascabencana dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan, termasuk pemulihan perlengkapan rumah tangga dan dukungan lanjutan bagi keluarga terdampak.
Langkah Lazismu Makassar di Alauddin kembali menunjukkan peran nyata filantropi Muhammadiyah dalam situasi darurat. Melalui gerak cepat, koordinasi cabang, dan ajakan partisipasi publik, bantuan tidak berhenti pada simbol kepedulian, tetapi hadir sebagai layanan konkret yang menyentuh kebutuhan langsung warga korban kebakaran.





