Barry Adhitya Resmi Nahkodai Lazismu Pusat, Prioritaskan Digitalisasi dan Ekosistem ZISKA

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, 3 Juli 2024
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pusat resmi memiliki Direktur Utama baru. Barry Adhitya dilantik untuk memimpin Lazismu Pusat periode 2026-2027, menggantikan Ibnu Tsani. Prosesi serah terima jabatan ini berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada Jumat (3/7), bertepatan dengan peringatan Milad Lazismu ke-24.
Acara penting ini disaksikan oleh sejumlah tokoh, termasuk Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, serta Hajriyanto Y. Thohari dan Nizam Burhanuddin. Dalam kesempatan yang sama, Lazismu juga memperkenalkan logo Milad ke-24 yang mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak.”
Menurut Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari penyegaran organisasi atau tour of duty yang bertujuan memperkuat tata kelola kelembagaan Lazismu. Hilman Latief menambahkan bahwa perubahan ini juga mengimplementasikan pedoman baru tata kelola Lazismu yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Barry Adhitya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda strategis yang telah dirumuskan dalam rencana strategis (Renstra) Lazismu. Fokus utamanya meliputi penguatan penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, pelaporan, serta transformasi digital.
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang ini menekankan pentingnya optimalisasi jejaring Lazismu di seluruh Indonesia. “Upaya mengoptimalkan jejaring Lazismu se-Indonesia menjadi sangat penting untuk meningkatkan tata kelola layanan dan mendorong pertumbuhan organisasi berbasis pengetahuan yang lahir dari fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung. Dengan demikian, Lazismu mampu terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat,” ujar Barry.
Menghadapi tantangan ekonomi masyarakat saat ini, Barry menggarisbawahi empat pilar utama yang akan diperkuat Lazismu:
- Kepatuhan Syariah: Memastikan pengelolaan dana ZISKA (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya) dilaksanakan secara amanah melalui pelaporan yang akuntabel kepada donatur, mitra, Kementerian Agama, BAZNAS, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
- Penguatan Program Berdampak: Mengembangkan program berbasis kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan data dari pemerintah maupun sektor swasta, sehingga pendistribusian dan pendayagunaan dana menjadi lebih tepat sasaran. Ia juga mendorong Kantor Layanan Lazismu (KLL) berbasis masjid agar tidak hanya menghimpun zakat, tetapi juga mendata mustahik dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.
- Integrasi Teknologi: Menyediakan tidak hanya kanal donasi digital, tetapi juga layanan yang semakin mudah diakses masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
- Penguatan Kompetensi dan Integritas Amil: Meningkatkan standar kompetensi, profesionalisme, serta membentuk karakter amil yang rendah hati, peduli, dan berintegritas tinggi. “Semua amil harus memiliki kompetensi dan integritas. Di samping itu, diperlukan kerendahan hati serta kepekaan sosial agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tegasnya.
Barry juga memohon dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah, mitra, dan masyarakat dalam menjalankan amanah ini. “Ini merupakan amanah besar. Semoga di usia ke-24 tahun, Lazismu semakin bangkit membangun kemandirian dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” harapnya.
Sebelum memimpin Lazismu Pusat, Barry Adhitya telah menjadi anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat sejak tahun 2015. Pengalamannya meliputi bidang kemanusiaan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen program, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ibnu Tsani, Direktur Utama sebelumnya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran Lazismu se-Indonesia, serta seluruh mitra atas dukungan selama kepemimpinannya periode 2024-2026. “Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk berinteraksi dan berkolaborasi bersama seluruh pihak dalam mengembangkan program-program Lazismu. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa pergantian direktur utama ini adalah bagian dari implementasi pedoman baru tata kelola Lazismu. Menurutnya, peningkatan penghimpunan dana ZISKA menuntut Lazismu untuk memiliki sistem tata kelola, manajemen risiko, dan audit yang semakin kuat. “Perubahan ini merupakan langkah progresif. Semakin besar dana yang dikelola Lazismu, semakin besar pula tanggung jawab dalam membangun tata kelola, manajemen risiko, dan sumber daya manusia yang profesional,” kata Hilman.
Hilman berharap Lazismu dapat menjadi institusi strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui tata kelola yang baik, audit syariah, kemitraan, dan inovasi program. “Ekosistem ekonomi syariah harus terus diperkuat. Karena itu, saya memberikan amanah kepada Badan Pengurus dan direksi baru untuk membangun kemitraan yang lebih luas melalui berbagai inovasi program dan pemanfaatan teknologi,” pesannya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut menyampaikan terima kasih kepada Ibnu Tsani atas dedikasinya dan mengucapkan selamat kepada Barry Adhitya. “Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari tour of duty yang lazim dalam Muhammadiyah. Perubahan harus disikapi dengan soliditas dan integrasi yang semakin kuat agar Lazismu mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Lazismu saat ini sedang menjalani audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan audit syariah, sebagai wujud komitmen terhadap akuntabilitas organisasi.
Memasuki usia ke-24 tahun yang diperingati pada Sabtu (4/7), Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” sebagai semangat untuk membangun ekosistem ZISKA yang semakin terintegrasi, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





