Afnan Hadikusumo Pastikan Beasiswa Tapak Suci UMY Lahirkan Kader Tangguh untuk Persyarikatan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, memimpin langsung proses seleksi Program Beasiswa Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun ini.
Keterlibatan langsung PP Tapak Suci dalam proses seleksi dilakukan untuk memastikan para penerima beasiswa tidak hanya memiliki prestasi akademik maupun olahraga, tetapi juga berkomitmen kuat terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.
“Baru kali ini Pimpinan Pusat terlibat langsung dalam proses seleksinya. Ini menjadi ikhtiar kita untuk memastikan kader-kader terbaik dapat bergabung dan berkembang di PTMA,” ujar Afnan seperti dikutip dalam rilis yang diterima pada Rabu (1/7).
Menurutnya, kualitas kader tidak semata-mata diukur dari capaian akademik maupun prestasi di bidang olahraga. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, aspek yang paling menentukan adalah semangat perjuangan (ghirah) yang dimiliki setiap kader.
“Di dalam organisasi, yang paling penting adalah ghirah. Kemampuan itu nomor dua, ghirah yang pertama. Kalau semangatnya sudah kuat, nanti perguruan tinggi akan meningkatkan kemampuan akademis dan organisasinya,” tuturnya.
Afnan menjelaskan, UMY merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang dikenal memiliki prestasi serta reputasi kuat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci. Karena itu, program beasiswa ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan Tapak Suci di lingkungan PTMA, terutama bagi kampus-kampus yang masih mengalami keterbatasan pelatih.
“Penerima beasiswa nantinya akan mengemban tanggung jawab untuk menghidupkan pembinaan atlet dan melahirkan kader pelatih baru di lingkungan kampus,” katanya.
Lebih lanjut, Afnan menegaskan bahwa Tapak Suci bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan juga menjadi media syiar Islam dan Muhammadiyah di tingkat internasional. Saat ini, Tapak Suci telah berkembang di 24 negara, bahkan di sejumlah negara keberadaannya lebih dahulu dikenal dibandingkan Muhammadiyah.
“Saat ini, Tapak Suci telah berkembang di 24 negara. Bahkan di beberapa negara, Tapak Suci dikenal lebih dulu daripada Muhammadiyah,” ungkapnya. (syafa)
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





