Ziarah Kubur di Hari Lebaran, Tradisi yang Boleh Selama Niatnya Benar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Setiap kali Idul Fitri tiba, salah satu pemandangan yang sering dijumpai di berbagai daerah adalah ramainya masyarakat mengunjungi makam keluarga. Setelah salat Id dan bersilaturahmi dengan kerabat, banyak orang kemudian melanjutkan dengan berziarah ke kuburan orang tua, kakek-nenek, atau anggota keluarga yang telah wafat. Tradisi ini seolah menjadi bagian dari suasana Lebaran di tengah masyarakat.
Dalam perspektif Islam, ziarah kubur pada dasarnya adalah amalan yang diperbolehkan. Tujuannya untuk mendoakan orang yang telah meninggal dan untuk mengingatkan diri akan kematian.
Namun, perlu dipahami bahwa ziarah kubur tidak disyariatkan secara khusus pada hari tertentu, termasuk pada hari Lebaran. Artinya, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja.
Dasar kebolehan ziarah kubur dapat dilihat dari hadis Nabi Muhammad Saw. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
ุนููู ุจูุฑูููุฏูุฉู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ููููุชู ููููููุชูููู ู ุนููู ุฒูููุงุฑูุฉู ุงููููุจููุฑู ููููุฏู ุฃูุฐููู ููู ูุญูู ููุฏู ููู ุฒูููุงุฑูุฉู ููุจูุฑู ุฃูู ูููู ููุฒููุฑููููุง ููุฅููููููุง ุชูุฐููููุฑู ุงูุขุฎุฑุฉ.
โDiriwayatkan dari Buraidah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda; โDahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhiratโ.โ.
Dalam hadis lain Nabi Saw juga bersabda:
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุงุณูุชูุฃูุฐูููุชู ุฑูุจููู ุชูุนูุงููู ุนูููู ุฃููู ุฃูุณูุชูุบูููุฑู ููููุง ููููู ู ููุคูุฐููู ููู ููุงุณูุชูุฃูุฐูููุชู ุฃููู ุฃูุฒููุฑู ููุจูุฑูููุง ููุฃูุฐููู ููู ููุฒููุฑููุง ุงููููุจููุฑู ููุฅููููููุง ุชูุฐููููุฑู ุจูุงููู ูููุชู.
โDiriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda; โAku memohon izin kepada Tuhanku agar aku diperkenankan memohonkan ampun bagi ibuku, maka tidak diizinkan. Lalu aku memohon izin untuk berziarah ke kuburnya, maka diizinkannya. Oleh karena itu ziarahlah ke kubur, sebab hal itu dapat mengingatkan matiโ.โ.
Dari hadis-hadis tersebut dapat dipahami bahwa tujuan utama ziarah kubur adalah sebagai sarana mengingat kematian dan kehidupan akhirat, sekaligus mendoakan orang yang telah wafat. Dengan mengunjungi kuburan, seseorang diingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Allah.
Karena itu, niat dalam berziarah menjadi sangat penting. Rasulullah Saw menegaskan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Dalam hadis yang sangat masyhur disebutkan:
ุนููู ุนูููููู ูุฉู ุจููู ููููุงุตู ุงููููููุฆูู ููุงูู ุณูู ูุนูุชู ุนูู ูุฑู ุจููู ุงููุฎูุทููุงุจู ููููููู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ยซ ุฅููููู ูุง ุงูุฃูุนูู ูุงูู ุจูุงูููููููุงุชู.
โDiriwayatkan dari โAlqamah ibn Waqas al-Laitsy ia berkata: saya telah mendengar Umar bin Khattab ra sedang di atas mimbar dan berkata, โAku mendengar Rasulullah Saw bersabda, โsesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnyaโโฆ.'โ.
Oleh sebab itu, ziarah kubur hendaknya dilakukan dengan niat untuk mendoakan ahli kubur dan muhasabah diri. Sangat tidak diperkenankan untuk tujuan-tujuan lain yang tidak dibenarkan syariat, seperti meminta sesuatu kepada penghuni kubur atau menjadikannya sebagai perantara kepada Allah.
Al-Qurโan sendiri mengingatkan agar manusia tidak memohon kepada selain Allah:
ููููุง ุชูุฏูุนู ู ููู ุฏูููู ุงูููููู ู ูุง ููุง ููููููุนููู ููููุง ููุถูุฑูููู ููุฅููู ููุนูููุชู ููุฅูููููู ุฅูุฐูุง ู ููู ุงูุธููุงููู ูููู
Terjemahan: Berkaitan dengan tradisi ziarah kubur saat Lebaran, perlu dipahami bahwa Islam tidak pernah menetapkan hari tertentu untuk ziarah kubur. Nabi Saw tidak pernah mengkhususkan ziarah pada momen tertentu. Artinya, seseorang boleh saja berziarah kapan pun, baik sebelum Ramadan, setelah Idul Fitri, ataupun pada hari-hari biasa.
โDan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah. Sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.โ.
Jika banyak orang memilih berziarah pada hari Lebaran, hal itu lebih merupakan faktor sosial dan budaya. Pada momen Idulfitri, keluarga biasanya berkumpul setelah sekian lama berpisah. Waktu pun lebih longgar karena libur panjang. Dalam situasi seperti itu, keluarga kemudian bersama-sama mengunjungi makam orang tua atau leluhur mereka.
Jadi, Lebaran hanyalah momen yang memudahkan, bukan alasan syarโi yang mengkhususkan ziarah.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, โHukum dan Tuntunan Ziarah Kuburโ, dalam Majalah Suara Muhammadiyah No.10 tahun 2013.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





