Wisuda 89 Unismuh, Ketua PWM Sulsel Titip Empat Pesan kepada Lulusan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR โ Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, menitipkan empat pesan kepada lulusan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Ia mengingatkan para alumni agar tetap berpegang pada nilai Islam Berkemajuan, menjaga integritas, terus mengembangkan ilmu pengetahuan, dan aktif dalam gerakan Muhammadiyah.
Pesan tersebut disampaikan Ambo Asse saat memberikan amanat pada Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Selasa, 20 Oktober 2026. Wisuda yang diselenggarakan selama dua hari, 20โ21 Oktober 2026, itu diikuti sebanyak 1.598 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Mengawali sambutannya, Ambo Asse menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, bersama seluruh sivitas akademika atas berbagai capaian universitas. Ia secara khusus menyoroti keberhasilan Unismuh meluluskan 1.165 mahasiswa dengan predikat cumlaude.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kesungguhan universitas dalam menyelenggarakan pendidikan. Namun, keberhasilan akademik tidak boleh membuat lulusan melupakan tanggung jawab moral dan sosialnya.
Ambo Asse juga mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Karena itu, gelar kesarjanaan tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang tua yang mungkin tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi.
Ia meminta para lulusan tetap menghormati dan berterima kasih kepada orang tua, apa pun latar belakang pendidikan mereka.
"Janganlah menjadi orang yang durhaka," tegasnya.
Empat pesan kepada lulusan
Pesan pertama yang disampaikan Ambo Asse adalah pentingnya menjaga istiqamah sebagai kader Muhammadiyah. Para lulusan diharapkan tetap memahami dan mengamalkan ajaran Islam Berkemajuan dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, Islam Berkemajuan yang diperjuangkan Muhammadiyah bertumpu pada empat dimensi, yakni akidah yang berlandaskan tauhid, akhlak mulia, ibadah yang mengikuti tuntunan Rasulullah, serta muamalah yang berpegang pada prinsip halal dan baik.
Dalam kehidupan bermasyarakat, prinsip tersebut juga menuntut setiap Muslim menghindari tindakan yang dapat menimbulkan bahaya dan kerusakan bagi orang lain.
Pesan kedua adalah menjaga integritas. Menurut Ambo Asse, lulusan Unismuh harus dikenal sebagai pribadi yang disiplin, jujur, amanah, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
"Pelihara integritasnya sebagai Muslim dan kader Muhammadiyah yang disiplin, jujur, amanah, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia," pesannya.
Ia memberikan penekanan khusus pada kejujuran. Menurut dia, kejujuran merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan, baik di lingkungan pekerjaan maupun dalam pergaulan masyarakat.
Ambo Asse menilai kompetensi akademik yang tinggi perlu disertai karakter yang kuat. Ilmu pengetahuan dan kemampuan profesional akan memiliki nilai lebih besar apabila digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Pesan ketiga adalah terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Wisuda, menurut dia, bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi lulusan untuk menguji dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Para alumni diminta senantiasa meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. Dengan demikian, mereka mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi melalui profesi yang dijalani.
"Kembangkan ilmunya di mana saja sesuai dengan profesinya," ujar Ambo Asse.
Adapun pesan keempat adalah tetap terlibat dalam gerakan Muhammadiyah. Ambo Asse mengajak para alumni mengambil bagian dalam kegiatan persyarikatan di berbagai tingkatan, mulai dari ranting, cabang, hingga daerah tempat mereka bekerja dan bermasyarakat.
Menurut dia, keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah diharapkan tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mendukung gerakan dakwah dan pelayanan sosial persyarikatan.
Menjaga semangat dan pengabdian
Dalam sambutannya, Ambo Asse juga mengajak para wisudawan menunjukkan semangat dan kebanggaan terhadap almamater. Ia sempat menyoroti kurangnya respons hadirin ketika sejumlah prestasi universitas dan penghargaan wisudawan terbaik diumumkan.
Untuk membangkitkan suasana, ia mengajak peserta menyambut seruan nama Unismuh Makassar dengan kata "Unggul" dan "Maju terus".
Ajakan itu sekaligus menjadi pengingat agar lulusan membawa semangat kemajuan setelah meninggalkan bangku kuliah.
Ambo Asse berharap keberhasilan akademik yang diraih para lulusan dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menghasilkan tenaga profesional. Lulusan juga diharapkan menjadi pribadi yang menjunjung nilai keislaman, memiliki kepedulian sosial, serta bersedia mengabdikan kemampuan bagi kepentingan masyarakat.
Melalui empat pesan tersebut, Ambo Asse mengajak alumni Unismuh Makassar menjaga jati diri sebagai insan berilmu dan berakhlak, sekaligus meneruskan peran Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan umat dan bangsa.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





