Unismuh Perkuat Kemitraan dengan KIT Jepang, Bidik Riset Bersama dan Inovasi Teknologi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, KANAZAWA, JEPANG – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat kerja sama internasional dengan Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang. Kemitraan ini diarahkan pada pengembangan riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta inovasi teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., dengan Presiden KIT, Prof. Satoshi Osawa, di Kanazawa, Jepang, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari kunjungan delegasi Unismuh ke Jepang pada 12–13 Oktober 2026. Delegasi dipimpin langsung oleh Rakhim Nanda dengan melibatkan unsur pimpinan universitas, Fakultas Teknik, pengelola laboratorium terpadu, dan sejumlah akademisi.
Dalam pembahasan tersebut, Unismuh mendorong agar kemitraan kedua perguruan tinggi tidak berhenti pada kunjungan kelembagaan dan dokumen kerja sama. Kolaborasi diharapkan berlanjut menjadi program akademik yang memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas mahasiswa, dosen, dan penelitian.
Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama ini meliputi teknik, lingkungan, pengelolaan sumber daya air, teknologi informasi, serta inovasi terapan. Kedua institusi juga membuka peluang untuk memperluas pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, kuliah tamu internasional, dan pembelajaran berbasis laboratorium.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, sebelumnya menegaskan bahwa kesempatan belajar di Jepang harus dimanfaatkan mahasiswa bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memahami budaya akademik dan tradisi inovasi.
“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar teknologi, tetapi juga untuk melihat bagaimana budaya akademik, kedisiplinan, dan inovasi dikembangkan di Jepang,” ujar Rakhim dalam pemberitaan Khittah.co pada 8 Oktober 2026, saat melepas tiga mahasiswa Unismuh yang mengikuti Sakura Science Program.
Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat dibawa pulang dan dibagikan kepada lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami berharap mereka kembali membawa pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi kampus dan masyarakat,” katanya.
Sakura Science menjadi wujud konkret kemitraan
Pertemuan pimpinan Unismuh dan KIT berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Sakura Science Program 2026 yang diikuti tiga mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Ketiganya adalah Ahmad Riyadi dari Program Studi Informatika, Baso Ichwan Chasir dari Program Studi Teknik Pengairan, serta Ayu Andini dari Program Studi Teknik Elektro.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran sains dan teknologi secara langsung di Jepang. Mereka dapat mengenal lingkungan akademik internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan teknologi dan kolaborasi lintas disiplin.
Rektor Unismuh juga menghadiri pembukaan program tersebut pada Senin (12/10/2026). Keikutsertaan mahasiswa menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama kedua perguruan tinggi.
Melanjutkan kerja sama yang telah dirintis
Kemitraan Unismuh dan KIT telah dibangun melalui sejumlah kegiatan sebelumnya. Pada Juni–Juli 2026, akademisi KIT, termasuk Prof. Shinichi Miyazato dan Prof. Kiyomi Banda, berkunjung ke Unismuh Makassar untuk mengikuti kegiatan akademik, kuliah tamu, serta membahas peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian.
Kunjungan ke Jepang kali ini memperkuat komunikasi di tingkat pimpinan universitas sekaligus membuka jalan bagi pelaksanaan program yang lebih terarah.
Dalam kesempatan tersebut, Rakhim juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Shinichi Miyazato, Prof. Kiyomi Banda, dan Prof. Sakamoto atas dukungan mereka terhadap pengembangan kerja sama akademik. Apresiasi turut diberikan kepada Kazunori Kugo, Shizu Fujimura, dan Yugo Ishida yang membantu komunikasi, koordinasi program, serta persiapan kunjungan delegasi Unismuh.
Melalui kemitraan ini, Unismuh berharap semakin banyak mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman akademik internasional. Kerja sama juga diharapkan melahirkan riset kolaboratif, inovasi teknologi, pertukaran pengetahuan, serta program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Jepang.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





