UIAD Sinjai Gelar Rapat Kerja 2026/2027, Perkuat Komitmen Kampus Unggul Berdaya Saing Global

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SINJAI, Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai menggelar Rapat Kerja Tahun Akademik 2026/2027 di Aula K.H. Ahmad Dahlan pada Selasa-Rabu, 14-15 Juli 2026. Forum ini mempertemukan unsur pimpinan universitas, Badan Pembina Harian, dekan, kepala lembaga, dan senat untuk menyusun arah program satu tahun akademik ke depan dengan fokus pada penguatan tata kelola, mutu Tri Dharma, dan daya saing institusi.
Rapat kerja itu diposisikan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ketua panitia, Abdul Rahman Latief, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyelarasan program seluruh unit agar bergerak dalam kerangka visi dan misi universitas. Dengan demikian, setiap bidang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terikat pada prioritas kelembagaan yang sama.
Urgensi forum ini makin besar karena UIAD Sinjai sedang menjaga momentum setelah meraih predikat kampus unggul. Karena itu, pembahasan program tidak hanya diarahkan pada pemenuhan administrasi, melainkan pada langkah konkret yang bisa memperkuat kualitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan institusi. Kampus ingin memastikan capaian yang sudah diraih tidak berhenti pada simbol, tetapi diterjemahkan menjadi kinerja yang lebih terukur.
Rektor UIAD Sinjai, Dr. Suriati, M.Sos.I., menegaskan bahwa rapat kerja harus menjadi titik penguat sinergi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, status unggul yang telah dicapai kampus membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga mutu, membangun budaya kerja yang kredibel, dan memastikan setiap program betul-betul mendukung kemajuan universitas. Ia juga menekankan bahwa rencana kerja yang lahir dari forum ini harus dapat dijalankan, bukan berhenti sebagai dokumen seremonial.
Penekanan tersebut penting karena perguruan tinggi menghadapi tuntutan perubahan yang cepat, mulai dari mutu pembelajaran, kualitas riset, hingga ekspektasi publik terhadap layanan kampus. UIAD Sinjai ingin menjawab tantangan itu dengan program yang inovatif, adaptif, dan relevan terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan identitas Persyarikatan.
Suriati mengajak seluruh peserta menyusun agenda yang realistis sekaligus berdampak. Ia menilai keberhasilan program tidak cukup ditentukan oleh kelengkapan rancangan, tetapi oleh kedisiplinan dalam pelaksanaan, evaluasi berkala, serta kesediaan seluruh unit untuk bekerja secara kolaboratif. Dengan pola itu, setiap target yang dirumuskan dapat diukur manfaatnya bagi mahasiswa, dosen, dan penguatan kelembagaan secara menyeluruh.
Dari sisi pembinaan nilai, Ketua Badan Pembina Harian UIAD Sinjai, Drs. Zainuddin Fatbang, mengingatkan pentingnya menjaga amanah, kebersamaan, dan konsistensi dalam menjalankan keputusan rapat kerja. Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan harus disertai kesungguhan moral dalam pelaksanaannya. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola di UIAD Sinjai tidak dipahami semata-mata sebagai urusan teknis manajerial, tetapi juga sebagai bagian dari etos kerja yang berlandaskan spiritualitas.
Rapat kerja ini pada akhirnya diarahkan untuk melahirkan program strategis yang bisa menjadi pedoman operasional kampus sepanjang tahun akademik 2026/2027. Hasilnya diharapkan memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan efektivitas pengabdian dan penelitian, serta memperkokoh posisi UIAD Sinjai sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





