Tanwir HW, Kwarwil Sulsel Tekankan Penguatan Kaderisasi dan Konsolidasi Organisasi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, LAMPUNG - Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sulawesi Selatan (Kwarwil HW Sulsel) menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan kepastian kebijakan program. Hal itu disampaikan dalam Sidang Pleno II Tanwir ke-1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ketua Kwarwil HW Sulsel, Syahrir Rajab, menilai sejumlah gagasan program yang dibahas di tingkat pusat perlu segera ditetapkan menjadi kebijakan resmi agar dapat dilaksanakan secara terarah di seluruh tingkatan organisasi.
“Tak satu pun produk hari ini, semuanya konsep,” kata Syahrir saat menyampaikan tanggapannya dalam forum Tanwir.
Menurut dia, kejelasan kebijakan diperlukan agar program yang telah dirancang tidak berhenti pada tahap pembahasan. Penetapan keputusan resmi juga penting sebagai dasar pelaksanaan dan evaluasi program organisasi.
Syahrir turut menyoroti perlunya pedoman teknis penyelenggaraan Dewan Sugli. Ia berharap Kwartir Pusat segera merumuskan aturan yang dapat menjadi acuan bagi wilayah dan daerah.
“Semestinya Kwartir Pusat merumuskan juknis atau petunjuk penyelenggaraan Dewan Sugli,” ujarnya.
Selain persoalan kebijakan internal, Syahrir meminta penguatan koordinasi dengan instansi terkait, terutama Kementerian Agama dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Menurut dia, koordinasi tersebut diperlukan agar Pandu Hizbul Wathan memperoleh kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam kegiatan kepanduan nasional.
Dalam bidang kaderisasi, Syahrir mengungkapkan bahwa program Jaya Matahari I dan II belum terlaksana pada periode berjalan. Sementara itu, usulan pelatihan Jaya Pertiwi dari Kwarwil HW Sulsel belum memperoleh persetujuan sebagai program resmi Kwartir Pusat. Meski demikian, Kwarwil HW Sulsel tetap melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
23 Kwartir Daerah Telah Terbentuk
Dalam laporannya, Syahrir menyampaikan bahwa perkembangan organisasi Hizbul Wathan di Sulawesi Selatan menunjukkan kemajuan. Dari 24 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), sebanyak 23 kwartir daerah (Kwarda) telah terbentuk. Satu daerah yang belum membentuk Kwarda adalah Toraja Utara.
Dari 23 Kwarda tersebut, sebanyak 12 dinilai berjalan dengan baik, empat masih kurang optimal, dan tujuh lainnya membutuhkan perhatian serta pembinaan lebih lanjut. Kwarwil HW Sulsel merencanakan kunjungan dan pendampingan untuk memperkuat aktivitas organisasi di daerah-daerah tersebut.
Upaya kaderisasi juga terus berjalan. Sepanjang 2025–2026, Kwarwil HW Sulsel telah menyelenggarakan lima angkatan Jaya Melati I dan satu angkatan Jaya Melati II. Selain itu, pelatihan kepemimpinan pandu untuk golongan Penghela dan Pengenal masing-masing telah dilaksanakan sebanyak dua angkatan.
Penguatan organisasi turut menyasar perguruan tinggi Muhammadiyah. Dari 11 perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, sembilan telah melantik pengurus Qabilah Hizbul Wathan, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses pelantikan oleh Kwartir Pusat.
Syahrir berharap berbagai evaluasi yang disampaikan dalam Tanwir dapat menjadi bahan perbaikan organisasi, khususnya dalam memperjelas kebijakan, meningkatkan kualitas kaderisasi, dan memperkuat pembinaan kwartir di tingkat daerah.
Tanwir ke-1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, didampingi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Sudarman, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Nyoto.
Melalui forum tersebut, Kwarwil HW Sulsel mendorong agar konsolidasi organisasi tidak hanya menjadi agenda permusyawaratan, tetapi juga diwujudkan melalui program nyata yang berkelanjutan di seluruh tingkatan Hizbul Wathan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





