Saad Ibrahim Dorong Kader Muda Muhammadiyah Siap Berkiprah di Tingkat Global

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, mendorong kader muda Muhammadiyah mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran strategis di tingkat global. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.
Pesan tersebut disampaikan Saad Ibrahim dalam kegiatan Melati Paripurna Pemuda Muhammadiyah di Ashley Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).
Menurut Saad, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah masa depan umat dan bangsa. Karena itu, kader Muhammadiyah tidak boleh membatasi cakrawala berpikir hanya pada persoalan lokal atau nasional, tetapi perlu menyiapkan diri untuk berkontribusi dalam pergaulan internasional.
Ia mencontohkan Usamah bin Zaid yang dipercaya Nabi Muhammad sebagai panglima pasukan ketika masih berusia sekitar 17–18 tahun. Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa anak muda dapat memikul tanggung jawab besar ketika memiliki kapasitas dan memperoleh kepercayaan.
“Kekuatan Islam pada masa mendatang akan ditentukan oleh para pemuda,” ujar Saad Ibrahim dalam kegiatan tersebut.
Saad juga mengingatkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan militer. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi turut menentukan posisi suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Oleh sebab itu, kader muda Muhammadiyah perlu meningkatkan kompetensi dan berperan dalam perkembangan teknologi.
Selain kompetensi, Saad menekankan pentingnya membangun kebanggaan sebagai umat Islam melalui karya dan kontribusi nyata. Identitas keislaman, menurutnya, perlu diwujudkan dalam produktivitas, peningkatan kualitas diri, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Muhammadiyah sebagai ruang pengabdian
Dalam kehidupan berorganisasi, Saad mengingatkan kader agar tidak menjadikan Muhammadiyah sebagai alat untuk mengejar kepentingan pribadi, termasuk jabatan politik. Sebaliknya, kader harus menempatkan dirinya sebagai bagian dari gerakan yang berorientasi pada pengabdian.
“Yang benar adalah gunakan diri kita ini untuk Muhammadiyah,” tegas Saad.
Ia menjelaskan bahwa jabatan politik dan posisi strategis seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan tujuan yang lebih besar, bukan sekadar mengejar kekuasaan. Kader perlu mengutamakan kepentingan Persyarikatan, pengabdian kepada umat, dan penyebaran nilai-nilai Islam.
Saad juga mengajak peserta Melati Paripurna Pemuda Muhammadiyah untuk memperluas wawasan dan tidak terjebak dalam kepentingan jangka pendek. Muhammadiyah, menurutnya, merupakan gerakan besar yang membutuhkan kader dengan visi jauh ke depan serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, kader muda Muhammadiyah diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat penguasaan teknologi, dan mengembangkan kepemimpinan. Persiapan itu diperlukan agar mereka dapat berkontribusi lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pesan Saad menjadi pengingat bahwa masa depan Muhammadiyah tidak hanya bergantung pada besarnya organisasi, tetapi juga pada kualitas kader yang menggerakkannya. Kader muda dituntut menggabungkan ilmu, integritas, dan semangat pengabdian agar mampu membawa manfaat bagi umat dan masyarakat dunia.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





