PWA Sulsel Kunjungi Empat Daerah, Dorong Penguatan Tata Kelola 'Aisyiyah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JENEPONTO, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan memulai rangkaian pembinaan rayon dengan mengunjungi empat daerah sekaligus, yakni Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai. Agenda yang dibuka di Gedung Serbaguna 'Aisyiyah Jeneponto pada Jumat, 14 Agustus 2026 itu diarahkan untuk meninjau capaian program menjelang akhir periode kepengurusan.
Kunjungan ini tidak diposisikan sekadar sebagai agenda seremonial. PWA Sulsel menjadikannya ruang evaluasi agar program yang sudah disepakati sejak awal periode benar-benar dituntaskan di tingkat daerah. Karena itu, pembinaan juga dipakai untuk mengukur kekuatan organisasi, melihat hambatan di lapangan, dan memastikan tiap unsur pimpinan memahami target kerja yang masih harus diselesaikan.
Wakil Ketua Tim Rayon IV PWA Sulsel, Prof. Siti Aisyah Kara, menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan untuk mengingatkan pimpinan daerah agar tidak menunda penyelesaian agenda yang telah diputuskan dalam rapat kerja. Menurutnya, akhir periode harus diisi dengan penuntasan program, bukan sekadar pencatatan administrasi, agar hasil kerja organisasi dapat dirasakan anggota dan masyarakat.
Tim yang turun ke lapangan berjumlah 12 orang. Mereka berasal dari unsur pimpinan harian serta perwakilan majelis dan lembaga, sehingga pembinaan dapat menyentuh berbagai bidang sekaligus. Komposisi ini penting karena kekuatan 'Aisyiyah di daerah tidak hanya diukur dari satu program tertentu, melainkan dari kemampuan seluruh perangkat organisasi bekerja secara serempak.
Di Jeneponto, kegiatan diikuti jajaran PDA bersama unsur majelis dan lembaga. Bidang yang terlibat mencakup tabligh dan ketarjihan, pembinaan kader, kesejahteraan sosial, PAUD Dasmen, hukum dan HAM, seni budaya dan olahraga, hingga lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Kehadiran lintas bidang itu membuat evaluasi berjalan lebih konkret karena masing-masing unit dapat langsung memetakan progres dan kebutuhan mereka.
Dalam arahannya, Prof. Siti Aisyah menekankan tiga hal. Pertama, 'Aisyiyah harus hadir sebagai gerakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kedua, dampak itu hanya bisa bertahan bila organisasi ditopang tata kelola yang rapi, disiplin, dan akuntabel. Ketiga, setiap program membutuhkan kontrol serta evaluasi berkala agar tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas.
Ketua PDA Jeneponto, Dra. Siti Rosmiati, menyambut kunjungan tersebut sebagai suntikan semangat bagi kerja-kerja organisasi di daerah. Ia berharap pembinaan dari PWA Sulsel dapat membantu majelis dan lembaga mempercepat agenda yang masih tertunda sekaligus memperbaiki pola kerja yang belum efektif.
Rosmiati menyebut pembinaan itu penting bukan hanya untuk menilai capaian, tetapi juga untuk membangkitkan energi kerja organisasi di tingkat daerah. "Semoga kunjungan PWA ke PDA Jeneponto memberi motivasi untuk melakukan kerja-kerja organisasi yang lebih baik," ujarnya.
Bagi PWA Sulsel, pembinaan rayon seperti ini juga menjadi cara menjaga kesinambungan gerakan 'Aisyiyah di Sulawesi Selatan. Organisasi tidak cukup hanya memiliki program yang baik, tetapi juga membutuhkan pengawalan hingga tingkat pelaksanaan. Dengan model kunjungan langsung, persoalan di daerah dapat dibaca lebih dini dan solusi dapat dibicarakan bersama.
Setelah Jeneponto, rangkaian pembinaan akan berlanjut ke Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai, lalu diteruskan ke Kepulauan Selayar pada 28 Agustus 2026. Rangkaian ini diharapkan memperkuat konsolidasi antardaerah dan membantu PWA Sulsel menutup periode kepengurusan dengan capaian yang lebih terukur.
Melalui pembinaan rayon tersebut, PWA Sulsel menegaskan bahwa penguatan organisasi perempuan Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari disiplin tata kelola dan keberanian menghadirkan manfaat sosial. Semakin baik struktur kerja di daerah, semakin besar pula peluang 'Aisyiyah memperluas dampaknya di tengah masyarakat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





