Purna Tugas, Zul Jalali Wal Ikram Tinggalkan Jejak Lewat Muktamar XXIV IPM

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR – Zul Jalali Wal Ikram mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan. Kepemimpinannya meninggalkan sejumlah catatan penting, salah satunya keberhasilan Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah Muktamar XXIV IPM pada Februari 2026.
Pergantian kepemimpinan ditandai dengan pelantikan pengurus PW IPM Sulsel periode 2026–2028 di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026). Estafet kepemimpinan kini beralih kepada Fahrul Dason yang dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode berikutnya.
Pelantikan itu dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Dr. Mahmuda, serta sejumlah tokoh pemerintahan dan pimpinan organisasi. Hadir pula Ketua Umum dan Bendahara Umum Pimpinan Pusat IPM beserta jajaran organisasi otonom Muhammadiyah Sulsel.
Selama kepemimpinannya, Zul bersama jajaran pengurus PW IPM Sulsel terlibat dalam penyelenggaraan Muktamar XXIV IPM di Makassar pada 5–8 Februari 2026. Agenda nasional tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi Sulawesi Selatan dalam mendukung konsolidasi gerakan pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional.
Perjalanan kepemimpinan Zul kemudian berlanjut hingga Musyawarah Wilayah XXV IPM Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Pinrang pada 9–12 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi, pertanggungjawaban organisasi, sekaligus proses regenerasi kepemimpinan.
Dalam refleksinya setelah menuntaskan amanah, Zul menyampaikan bahwa pergantian jabatan tidak semestinya menghentikan semangat pengabdian.
“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak semestinya mengenal kata selesai. Hari ini, estafet kepemimpinan telah berpindah. Ada harapan yang harus diteruskan, ada cita-cita yang harus diperjuangkan, dan ada tanggung jawab yang kini berada di pundak generasi berikutnya,” ujar Zul Jalali Wal Ikram.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader IPM se-Sulawesi Selatan, pimpinan Muhammadiyah, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama masa kepemimpinannya.
Menurut Zul, capaian organisasi merupakan hasil kerja bersama. Kebersamaan dan kontribusi kader menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai agenda serta menjaga keberlanjutan gerakan pelajar Muhammadiyah.
Zul juga berharap kepengurusan baru di bawah pimpinan Fahrul Dason dapat melanjutkan capaian yang telah dirintis. Penguatan kaderisasi, pengembangan intelektualitas pelajar, dan inovasi program perlu terus dilakukan agar IPM tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan zaman.
Menutup refleksinya, Zul mengenang kebersamaan yang terbangun selama menjalankan amanah organisasi. Baginya, pergantian kepemimpinan bukan alasan untuk memutus persaudaraan yang telah tumbuh melalui proses perjuangan.
“Terima kasih atas kisah dan kasih yang telah membersamai perjalanan ini. Kami pernah berjuang dalam barisan yang sama, merawat harapan yang sama, dan melewati jalan yang tidak selalu mudah. Jika hari ini kami harus berpamitan dari jabatan, biarlah persaudaraan tetap tinggal. Sebab, kepemimpinan boleh berganti, tetapi perjuangan harus terus menemukan penerusnya,” tutup Zul.
Berakhirnya masa jabatan Zul menjadi bagian dari proses regenerasi di tubuh PW IPM Sulsel. Tantangan kepengurusan baru kini adalah meneruskan capaian sebelumnya sekaligus memperkuat kaderisasi dan menghadirkan gerakan yang semakin berdampak bagi pelajar, persyarikatan, dan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





