PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Dua Institusi Australia

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki kerja sama di bidang pendidikan dengan West Melbourne Institute of Technology (WMIT) dan Australian Education Excellence Centre (AEEC), dua institusi pendidikan yang berbasis di Melbourne, Australia.
Penjajakan ini mencakup sejumlah program, mulai dari pendidikan vokasi, beasiswa, peningkatan kapasitas tenaga kerja, pelatihan bahasa Inggris, hingga kunjungan belajar. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah.
Peluang kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, dengan Abdul Mamun, pemimpin komunitas Bangladesh di Melbourne Barat yang mewakili kedua institusi tersebut. Pertemuan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah tawaran pelatihan bagi guru, tenaga administrasi, dan manajer sekolah Muhammadiyah. Program ini dinilai berpotensi meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan sekaligus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan.
Syafiq A. Mughni menyambut positif tawaran tersebut dan menyatakan bahwa rencana pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah.
“Saya kira ini adalah sebuah tawaran yang sangat tepat dan tentu nanti akan dibicarakan secara lebih detail dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah,” ujar Syafiq.
Pelatihan tersebut memungkinkan dilaksanakan secara daring maupun luring. Namun, pelaksanaan secara langsung di Australia juga menjadi opsi yang dinilai menarik untuk dipertimbangkan.
“Kalau offline akan sangat bagus kalau itu dilaksanakan di Australia,” tambah Syafiq.
Selain pengembangan pendidikan, pertemuan itu turut membahas peluang kerja sama dalam pelayanan sosial. Beberapa bidang yang menjadi perhatian ialah pengelolaan panti asuhan yatim piatu dan layanan bagi warga lanjut usia atau senior care.
Menurut Syafiq, pengalaman Australia dalam mengelola lembaga pelayanan sosial dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Muhammadiyah untuk mengembangkan layanan serupa di Indonesia.
“Mereka punya sistem yang bagus dan barangkali bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi Muhammadiyah untuk mengembangkan lembaga-lembaga sosial semacam itu,” ungkapnya.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara Muhammadiyah, WMIT, dan AEEC. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong pengembangan pelayanan sosial yang lebih baik.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





