PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Dukung Rencana

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir mematangkan sejumlah agenda pengembangan organisasi, mulai dari pembangunan fasilitas pendidikan hingga penguatan amal usaha. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Berbagai program itu dibahas dalam pertemuan perwakilan PCIM Mesir dengan jajaran PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10). Pertemuan tersebut juga membicarakan pembinaan mahasiswa Indonesia di Mesir serta pengembangan dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional.
Wakil Ketua I PCIM Mesir, Muhammad Aslam Islami, mengatakan kepengurusan baru yang telah berjalan sekitar dua setengah bulan mulai menyiapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya pembangunan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Mesir dan pengembangan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA).
“Kami membicarakan banyak proyek besar, di antaranya pembangunan SD Muhammadiyah Mesir dan pembangunan gedung resmi untuk TK ABA,” ujar Aslam.
Menurut Aslam, rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir berawal dari permintaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo melalui Atase Pendidikan. Muhammadiyah dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang dapat diperluas hingga ke luar negeri.
Selain bidang pendidikan, PCIM Mesir juga mengembangkan sejumlah amal usaha untuk mendukung kemandirian organisasi. Usaha tersebut meliputi MD Inn yang bergerak di bidang penginapan, MD Travel & Tour untuk layanan perjalanan, serta MD Catering yang menyediakan layanan konsumsi.
PCIM Mesir juga meminta arahan PP Muhammadiyah terkait pemantauan dan pembinaan mahasiswa Indonesia yang menerima beasiswa dan menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Pembinaan ini diharapkan dapat menjaga kualitas akademik sekaligus memperkuat kaderisasi Muhammadiyah di luar negeri.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengapresiasi berbagai inisiatif yang dijalankan PCIM Mesir, khususnya dalam membina kader yang sedang belajar maupun bekerja di negara tersebut.
“Kami sangat bergembira dan bangga dengan kegiatan mereka dalam rangka membina kader-kader Muhammadiyah yang ada di sana, baik yang sedang belajar maupun yang bekerja,” ungkap Syafiq.
Meski mendukung rencana pengembangan sekolah, Syafiq mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang, terutama terkait keberlanjutan operasional lembaga pendidikan. Perhitungan yang cermat diperlukan agar sekolah yang dibangun tidak hanya dapat berdiri, tetapi juga berkembang dalam jangka panjang.
“Rencana itu sangat bagus, tetapi memang harus kita perhitungkan dengan matang, terutama terkait keberlanjutan (sustainability) lembaga tersebut, sehingga nantinya dapat berkembang dengan baik,” jelasnya.
Pertemuan tersebut juga menyoroti perkembangan Tapak Suci di Mesir. Syafiq menilai antusiasme masyarakat setempat yang mengikuti latihan secara rutin menjadi peluang untuk memperluas dakwah Muhammadiyah melalui kegiatan olahraga dan seni bela diri.
“Banyak masyarakat Mesir yang berminat mengikuti kelompok Tapak Suci ini, dan mereka mengadakan latihan secara rutin. Ini merupakan salah satu media dakwah yang sangat efektif bagi Muhammadiyah di sana,” tuturnya.
Ke depan, PCIM Mesir berharap dapat merealisasikan program pembangunan fasilitas pendidikan, memperkuat amal usaha, serta memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Menutup pertemuan, Syafiq berpesan agar mahasiswa Muhammadiyah di Mesir memanfaatkan kesempatan belajar untuk memperdalam ilmu dan mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi bagi masyarakat setelah kembali ke Tanah Air.
“Raih ilmu sebanyak-banyaknya, supaya nanti pulang kembali ke Indonesia bisa mengabdi lewat Persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





