PanahMu Gowa Gelar Archery Camp untuk Latih Fokus dan Kesabaran

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, GOWA - PanahMu Gowa menggelar Archery Camp di kawasan hutan pinus Moncong Sipolong, Bissoloro, Kabupaten Gowa, pada Sabtu sampai Ahad, 8 sampai 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengajian Terpadu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa yang memadukan pembinaan keagamaan dengan latihan olahraga berbasis karakter.
Para peserta mengikuti pengenalan dasar panahan, latihan teknik, hingga praktik mengarahkan anak panah ke sasaran. Pendampingan diberikan oleh Muhammad Asyrofi, Sekretaris Lembaga Dakwah Komunitas PDM Gowa yang juga menjabat Kepala Bidang Pengembangan Prestasi Pengurus Pusat PanahMu. Dengan latar suasana alam terbuka, pelatihan dibuat lebih akrab namun tetap terarah.
Menurut Asyrofi, panahan dipilih bukan sekadar karena nilai olahraganya. Ia menilai latihan memanah dapat membantu peserta membangun fokus, ketenangan, dan disiplin dalam mengambil keputusan. Setiap tahap, dari menyiapkan posisi hingga melepaskan anak panah, menuntut perhatian yang penuh pada target.
"Panahan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan olahraga, tetapi juga dapat membentuk karakter," kata Asyrofi. Baginya, latihan seperti ini penting karena pembinaan kader tidak cukup hanya dilakukan lewat ceramah, tetapi juga melalui pengalaman yang melatih konsentrasi dan pengendalian diri secara langsung.
Ia menambahkan, fokus dan kesabaran menjadi dua nilai yang paling tampak dalam latihan. Peserta tidak dapat terburu-buru saat menentukan kapan tali dilepas, sebab setiap gerakan membutuhkan ritme, perhitungan, dan kontrol emosi yang baik.
"Latihan panahan dapat membantu seseorang meningkatkan fokus sekaligus melatih kesabaran dalam mencapai target," ujarnya. Penekanan pada proses itu membuat panahan tidak hanya relevan sebagai olahraga sunnah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental bagi kader dan peserta pengajian.
Kegiatan ini juga memberi warna berbeda pada Pengajian Terpadu PDM Gowa. Peserta tidak hanya memperoleh materi keagamaan, tetapi juga pengalaman kebersamaan melalui aktivitas fisik yang menuntut kerja sama, keberanian mencoba, dan kesediaan belajar dari kesalahan saat berlatih.
Salah satu peserta, Hajrawati, mengaku senang bisa mengikuti sesi tersebut. "Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut," katanya. Tanggapan peserta menjadi indikator bahwa pendekatan pembinaan yang lebih variatif mendapat penerimaan positif.
Bagi PDM Gowa, Archery Camp ini menunjukkan bahwa kegiatan Persyarikatan dapat dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan tujuan pembinaan. Dengan menggabungkan pengajian, olahraga, dan suasana alam terbuka, kegiatan seperti ini berpotensi memperluas partisipasi sekaligus memperkuat ikatan kader di tingkat daerah.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





