Muhammadiyah Siapkan Pendirian SD di Mesir, Perluas Jangkauan Pendidikan Global

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, KAIRO – Muhammadiyah menyiapkan pendirian Sekolah Dasar (SD) di Mesir sebagai langkah memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kiprah pendidikan Muhammadiyah di tingkat internasional.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Mesir dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, beserta Koordinator Pensosbud dan Atikbud KBRI Kairo. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat KBRI Kairo.
Pembahasan ini turut mempertimbangkan hasil kajian tim riset mengenai model pengelolaan sekolah Muhammadiyah di luar negeri, termasuk Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia dan Sekolah Bina Mulia (SBM) di Malaysia.
Hasil kajian awal menunjukkan bahwa model sekolah Muhammadiyah di Malaysia memiliki sejumlah kesamaan dengan kondisi Mesir, terutama dalam hal dukungan pemerintah. Sementara itu, sekolah Muhammadiyah di Australia memiliki karakteristik berbeda karena memperoleh dukungan penuh dari pemerintah setempat.
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menyambut baik rencana tersebut dan mendorong agar hasil kajian segera ditindaklanjuti melalui penyusunan proposal.
“Segera kajian tersebut harus ditindaklanjuti. Kami berharap proposal akan segera disusun dan dikirim kepada PP Muhammadiyah tanpa harus menunggu momentum Muktamar,” kata Agung dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (13/10).
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, juga menyambut positif rencana pendirian SD Muhammadiyah. Namun, ia mengingatkan pentingnya kajian yang matang agar rencana tersebut dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Maka salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah pembelajaran dari model sekolah Muhammadiyah di Malaysia, sehingga berbagai kemungkinan risiko, baik dari aspek regulasi, pengelolaan, maupun pembiayaan, dapat dipetakan sebelum sekolah didirikan,” ujar Kuncoro.
Pendirian SD Muhammadiyah di Mesir juga diharapkan dapat memperkuat keberadaan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang telah lebih dahulu beroperasi di Kairo.
Selama ini, TK ABA masih menghadapi tantangan pembiayaan, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional. Kehadiran SD Muhammadiyah diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan bagi warga Indonesia di Mesir.
Sebagai langkah lanjutan, Tim SD berencana membawa hasil kajian tersebut untuk dibahas bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Indonesia.
Dalam kunjungan ke Mesir tersebut, jajaran PP Muhammadiyah juga menyambangi TK ABA di Kairo. Rombongan bersilaturahmi dengan para guru dan berinteraksi dengan anak-anak sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Kegubernuran Luxor.
Rencana pendirian SD Muhammadiyah di Mesir menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan Muhammadiyah di luar negeri, dengan tetap memperhatikan kesiapan regulasi, tata kelola, dan keberlanjutan pembiayaan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





