Majelis Tarjih Muhammadiyah Meluruskan Narasi Penciptaan Nur Muhammad dalam Sebuah Buku

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, YOGYAKARTA - Cirebon, mengenai keabsahan keterangan dalam buku berjudul "Nur Muhammad dan Berita dari Alam Ghaib" karya Aqil bil-Qisti yang diterbitkan oleh TIGA DUA, Surabaya. Pertanyaan tersebut secara spesifik menyoroti Bab III buku tersebut yang menguraikan "Proses Penciptaan Makhluk".
Dalam bab tersebut, buku itu menjelaskan bahwa Allah SWT mula-mula menciptakan sebuah pohon bernama Yakin dengan empat cabang. Kemudian, dari sebuah intan putih menyerupai burung merak, Allah menciptakan Nur Muhammad. Burung merak ini dikisahkan bertasbih selama 70.000 tahun. Selanjutnya, Allah menciptakan cermin kehidupan dan meletakkannya di hadapan burung merak. Ketika burung merak menatap cermin, ia merasa malu dan meneteskan enam tetes keringat. Dari tetesan pertama, tercipta Abu Bakar; tetesan kedua, Umar bin Khathab; tetesan ketiga, Usman bin Affan; tetesan keempat, Ali bin Abi Thalib; tetesan kelima, bunga mawar; dan tetesan keenam, padi. Buku tersebut juga mengklaim bahwa seluruh makhluk berasal dari Nur Muhammad, bahkan Nabi Adam AS pun memiliki Nur Muhammad di dahinya.
Majelis Tarjih mengakui bahwa buku dengan narasi serupa memang telah beredar luas di masyarakat. Namun, Majelis Tarjih menyatakan kesulitan untuk menemukan sumber-sumber yang sahih yang mendukung cerita-cerita tersebut. Dalam penetapan hukum dan keyakinan, Majelis Tarjih senantiasa berpegang teguh pada sumber pokok syariat Islam, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah Al-Maqbulah. Oleh karena itu, suatu narasi dapat diterima jika sesuai dengan kedua sumber tersebut, dan harus ditolak jika bertentangan.
Untuk meluruskan pemahaman mengenai penciptaan manusia, Majelis Tarjih mengutip beberapa ayat Al-Qur'an yang relevan:
Firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 59: ุฅูููู ู ูุซููู ุนููุณูู ุนููุฏู ุงููููู ููู ูุซููู ุขุฏูู ู ุฎููููููู ู ูู ุชูุฑูุงุจู ุซูู ูู ููุงูู ูููู ููู ููููููููู "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: 'Jadilah' (seorang manusia), Maka jadilah Dia."
Firman Allah SWT dalam Surah Al-An'am ayat 2: ูููู ุงูููุฐูู ุฎูููููููู ู ููู ุทูููู ุซูู ูู ููุถูู ุฃูุฌููุงู ููุฃูุฌููู ู ููุณู ููู ุนููุฏููู ุซูู ูู ุฃููุชูู ู ุชูู ูุชูุฑูููู "Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)."
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahf ayat 37: ููุงูู ูููู ุตูุงุญูุจููู ูููููู ููุญูุงููุฑููู ุฃูููููุฑูุชู ุจูุงูููุฐูู ุฎููููููู ู ูู ุชูุฑูุงุจู ุซูู ูู ู ูู ูููุทูููุฉู ุซูู ูู ุณููููุงูู ุฑูุฌููุงู "Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: 'Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?'"
Firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 20: ููู ููู ุขููุงุชููู ุฃููู ุฎูููููููู ู ููู ุชูุฑูุงุจู ุซูู ูู ุฅูุฐูุง ุฃููุชูู ู ุจูุดูุฑู ุชููุชูุดูุฑูููู "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak."
Firman Allah SWT dalam Surah Ghafir ayat 67: ูููู ุงูููุฐูู ุฎูููููููู ู ููู ุชูุฑูุงุจู ุซูู ูู ู ูู ูููุทูููุฉู ุซูู ูู ู ููู ุนูููููุฉู ุซูู ูู ููุฎูุฑูุฌูููู ู ุทููููุงู ุซูู ูู ููุชูุจูููุบููุง ุฃูุดูุฏููููู ู ุซูู ูู ููุชูููููููุง ุดููููุฎุงู ููู ููููู ู ููู ููุชููููููู ู ูู ููุจููู ููููุชูุจูููุบููุง ุฃูุฌููุงู ู ููุณูู ููู ููููุนููููููู ู ุชูุนูููููููู "Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)."
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Mursalat ayat 20-22: ุฃูููู ู ููุฎูููููููู ู ููู ู ููุงุก ู ููููููู. ููุฌูุนูููููุงูู ููู ููุฑูุงุฑู ู ููููููู. ุฅูููู ููุฏูุฑู ู ููุนููููู ู. "Bukankah kami menciptakan kamu dari air yang hina (air mani)? Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan."
Majelis Tarjih menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut secara gamblang menguraikan penciptaan manusia bermula dari tanah, kemudian dari nutfah (air mani). Penjelasan ini berlaku umum untuk seluruh manusia, termasuk para khalifah empat, yaitu Abu Bakar bin Abi Qahafah RA, Umar bin Khathab RA, Usman bin Affan RA, dan Ali bin Abi Thalib RA. Selain ayat-ayat di atas, terdapat pula ayat-ayat lain yang mendukung penjelasan ini, seperti dalam Surah An-Nisa (4): 1, An-Nahl (16): 4, An-Nur (24): 45, Al-Furqon (25): 54, Ar-Rahman (55): 14 dan 15, Al-Qiyamah (75): 38, Al-Alaq (96): 2, Al-Israโ (17): 61, Al-Aโraf (7): 12, Shad (38): 76, Al-Hijr (15): 33, Fathir (35): 11, Al-Muโminun (23): 12 dan 14, Al-Insan (76): 2, Yasin (36): 77, Ash-Shaffat (37): 11, As-Sajdah (32): 7, Ath-Thariq (86): 6, dan Al-Hijr (15): 28.
Mengingat Al-Qur'an adalah sumber pokok yang kebenarannya wajib diyakini, Majelis Tarjih berpendapat bahwa penjelasan yang terkandung dalam Al-Qur'an itulah yang benar. Sebaliknya, informasi yang disajikan dalam buku "Nur Muhammad dan Berita dari Alam Ghaib" tersebut tidaklah benar karena bertentangan dengan dalil-dalil syar'i yang jelas.
Wallahu aโlam bish-shawab.
Fatwa ini disidangkan pada hari Jumat, 21 Rabiul Akhir 1427 H atau bertepatan dengan 19 Mei 2006 M.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





