LDK Muhammadiyah Sulsel dan Ditjenpas Perkuat Pembinaan Warga Binaan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan untuk memperkuat pembinaan keagamaan, pembentukan karakter, dan pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Makassar, Senin, 19 Oktober 2026.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di lingkungan pemasyarakatan. Program pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguatan spiritual dan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, mengapresiasi keterlibatan LDK PWM Sulsel dalam mendukung pembinaan warga binaan di berbagai unit pemasyarakatan.
“Pembinaan kepribadian merupakan bagian penting dalam sistem pemasyarakatan,” ujar Hernowo dalam sambutannya.
Menurut Hernowo, pembinaan kepribadian berperan dalam menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat nilai-nilai moral, dan membentuk karakter warga binaan. Karena itu, ia berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan warga binaan.
Ia juga mendorong pengembangan keterampilan dan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pemasyarakatan. Sejumlah unit pemasyarakatan, kata dia, telah mengembangkan usaha seperti produksi tempe, konveksi, dan mebel. Potensi tersebut dapat diperkuat melalui kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua LDK PWM Sulsel, Nurhidayat M. Said, menjelaskan bahwa dakwah komunitas menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan dan sosial, termasuk warga binaan, mualaf, serta komunitas pemulung.
“Kami punya program-program tugas menyapa saudara-saudara kita,” kata Nurhidayat.
Ia menegaskan bahwa pendampingan komunitas membutuhkan komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan. Menurut dia, dakwah tidak cukup hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu menjawab persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat dampingan.
Dalam menjalankan program pemberdayaan, LDK PWM Sulsel menerapkan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yakni model pemberdayaan yang bertumpu pada aset, potensi, dan sumber daya yang dimiliki masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mendorong komunitas binaan agar mampu mengembangkan potensi secara mandiri.
Ketua PWM Sulsel, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., turut mengapresiasi langkah LDK dalam memperkuat pembinaan mualaf dan mengembangkan usaha produktif masyarakat. Ia menekankan bahwa pemberdayaan harus berangkat dari penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
“Syariat Islam ini ada tiga tujuan utamanya, yang pertama itu mengangkat harkat dan martabat manusia,” ujar Ambo Asse.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam juga menekankan pemenuhan kebutuhan hidup serta perlindungan terhadap kepentingan mendasar manusia, meliputi jiwa, agama, kehormatan, akal, dan harta. Prinsip tersebut, menurut dia, menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.
Dalam kesempatan yang sama, Ambo Asse meresmikan produk UMKM binaan LDK PWM Sulsel berupa bawang goreng dengan merek BawangMu. Peluncuran produk ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi komunitas binaan sekaligus membuka peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan tabligh akbar bagi mualaf dan pembagian paket sembako kepada mualaf binaan LDK PWM Sulsel.
Melalui kerja sama dengan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, LDK PWM Sulsel berharap pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih sistematis dan berkesinambungan. Penguatan spiritual, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan ekonomi diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki kehidupan serta berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





