Lazismu Makassar Bantu 63 KK Korban Kebakaran Kandea

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Muhammadiyah Kota Makassar kembali menggerakkan jaringan sosialnya untuk membantu warga terdampak kebakaran di Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala. Bantuan disalurkan pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah kebakaran yang terjadi dua hari sebelumnya memukul puluhan keluarga di kawasan padat penduduk tersebut.
Penanganan dilakukan secara bersama oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar melalui Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS). Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa respons kemanusiaan Muhammadiyah tidak berhenti pada penggalangan simpati, tetapi langsung diikuti distribusi kebutuhan dasar ke posko bencana.
Data posko mencatat 63 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa terdampak dalam musibah tersebut. Selain kehilangan tempat tinggal, banyak warga juga harus menghadapi terputusnya kebutuhan harian, mulai dari bahan pangan, perlengkapan mandi, pakaian, sampai kebutuhan belajar anak-anak.
Lazismu Makassar menyalurkan puluhan paket family kit untuk menopang kebutuhan keluarga di masa tanggap darurat. Pada saat yang sama, MPKS menambah dukungan melalui paket sembako yang berisi beras, air mineral, pakaian layak pakai, dan kebutuhan pokok lain agar warga tetap memiliki cadangan pangan selama masa pemulihan awal.
Wakil Ketua PDM Kota Makassar, Subani Martonadi, memimpin langsung penyaluran bantuan di lapangan. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan membantu warga terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang terus dijaga oleh Muhammadiyah.
Menurut Subani, kehadiran Muhammadiyah di lokasi bencana harus dimaknai sebagai ikhtiar untuk meringankan beban warga sekaligus menjaga semangat mereka agar segera bangkit. Karena itu, bantuan tidak sekadar diposisikan sebagai simbol solidaritas, tetapi sebagai dukungan konkret yang bisa langsung dipakai keluarga penyintas.
Manager Lazismu Kota Makassar, Muhammad Imaduddin, menjelaskan bahwa paket logistik yang dibawa merupakan amanat para muzakki, munfik, dan mudhohi yang mempercayakan penyaluran donasinya kepada Lazismu. Paket tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar fisik sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas anak-anak di pengungsian.
Imaduddin menegaskan, "Isinya berupa selimut, peralatan mandi, hingga alat tulis kantor (ATK) untuk siswa-siswi yang terdampak bencana kebakaran." Rincian itu menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan konsumsi, tetapi juga berupaya menjaga aktivitas belajar anak-anak di tengah situasi darurat.
Ia menyebut isi bantuan meliputi selimut, perlengkapan mandi, dan alat tulis kantor untuk siswa-siswi yang terdampak kebakaran. Komponen alat tulis menjadi penting karena bencana sering membuat anak kehilangan perlengkapan sekolah, padahal proses belajar harus tetap berjalan meski keluarga sedang berada dalam situasi sulit.
Warga setempat menyambut bantuan itu dengan rasa syukur. Ketua ORT 04 RW 04 Kelurahan Baraya, Saiful, menyampaikan bantuan Muhammadiyah sangat membantu meringankan tekanan warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran yang menghanguskan sekitar 37 rumah.
Respons di Jalan Kandea juga menegaskan kesinambungan kerja kemanusiaan Muhammadiyah Makassar. Dalam sepekan terakhir, jaringan Persyarikatan di kota ini sudah lebih dulu bergerak membantu korban kebakaran lain di Kecamatan Tallo. Pola gerak cepat semacam ini menunjukkan peran Lazismu, MDMC, dan MPKS sebagai simpul pelayanan sosial yang aktif hadir saat warga menghadapi masa darurat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





