Jelang Idulfitri 1447 H, Umat Islam Dianjurkan untuk Memperbanyak Takbir

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Berdasarkan keputusan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada 20 Maret 2026. Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadan sekaligus awal memasuki hari raya Idulfitri.
Menjelang momentum tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai bagian dari syiar dan ungkapan syukur kepada Allah Swt.
Anjuran memperbanyak takbir pada malam Idulfitri memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qurโan. Allah Swt. berfirman:
ููููุชูููู ููููุง ุงููุนูุฏููุฉู ููููุชูููุจููุฑููุง ุงูููู ุนูููู ู ูุง ููุฏูุงููู ู ููููุนููููููู ู ุชูุดูููุฑูููู
Terjemahan: โโฆ dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah Dia berikan kepadamu, agar kamu bersyukur.โ (QS. al-Baqarah: 185)
Ayat ini menunjukkan bahwa takbir merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah Ramadan. Setelah menunaikan puasa sebulan penuh, umat Islam diarahkan untuk mengagungkan Allah sebagai bentuk rasa syukur atas petunjuk dan kekuatan yang telah diberikan.
Dalam praktiknya, memperbanyak takbir dilakukan sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadan hingga pagi hari ketika salat Idulfitri akan dilaksanakan. Hal ini juga dicontohkan oleh para sahabat Nabi. Di antaranya adalah riwayat tentang Abdullah bin Umar:
ุนููู ุงุจููู ุนูู ูุฑู ุฃูููููู ููุงูู ุฅูุฐูุง ุบูุฏูุง ุฅูููู ุงููู ูุตููููู ููููู ู ุงููุนููุฏู ููุจููุฑู ููุฑูููุนู ุตูููุชููู ุจูุงูุชููููุจููุฑูุ ููููู ุฑูููุงููุฉู ููุงูู ููุบูุฏูู ุฅูููู ุงููู ูุตููููู ููููู ู ุงููููุทูุฑู ุฅูุฐูุง ุทูููุนูุชู ุงูุดููู ูุณู ููููููุจููุฑู ุญูุชููู ููุฃูุชููู ุงููู ูุตูููููุ ุซูู ูู ููููุจููุฑู ุจูุงููู ูุตููููู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุฌูููุณู ุงูุฅูู ูุงู ู ุชูุฑููู ุงูุชููููุจููุฑู
Terjemahan: โDiriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa apabila ia pergi ke tempat salat pada pagi hari Id, ia bertakbir dengan mengeraskan suaranya. Dalam riwayat lain disebutkan: ia bertakbir sejak keluar menuju tempat salat hingga tiba di sana, dan terus bertakbir sampai imam datang, kemudian ia berhenti bertakbir.โ (HR. asy-Syafiโi dalam al-Musnad)
Riwayat ini menunjukkan bahwa takbir tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga ditampakkan sebagai syiar di ruang publik. Takbir dikumandangkan di masjid, rumah, dan sepanjang perjalanan menuju tempat salat Id, baik oleh yang mukim maupun musafir.
Secara makna, takbir adalah pernyataan pengagungan terhadap Allah Swt. Kalimat Allahu akbar menegaskan bahwa Allah Maha Besar, sementara manusia berada dalam posisi yang lemah dan terbatas. Oleh karena itu, takbir juga menjadi bentuk kesadaran spiritual sekaligus ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan, khususnya setelah menjalani ibadah Ramadan.
Adapun lafaz takbir yang umum dibaca adalah:
ุงููููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑูุ ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงููููู ุฃูููุจูุฑู ููููููููู ุงููุญูู ูุฏู
โAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.โ
Lafaz ini juga memiliki dasar dari riwayat sahabat, sebagaimana disebutkan dari Salman al-Farisi serta riwayat dari Umar bin Khattab dan Abdullah bin Masโud:
ุนููู ุณูููู ูุงูู ููุงูู: ููุจููุฑููุง ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ููุจููุฑูุงุ ููุฌูุงุกู ุนููู ุนูู ูุฑู ููุงุจููู ู ูุณูุนููุฏู: ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููููู ููุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ููููููููู ุงููุญูู ูุฏู
Terjemahan: โDari Salman, ia berkata: Bertakbirlah, โAllahu akbar, Allahu akbar kabiran.โ Dan dari Umar serta Ibnu Masโud: โAllaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.โ (HR. โAbdur Razzaq dengan sanad sahih)
Dengan demikian, memperbanyak takbir menjelang Idulfitri merupakan tuntunan syariat yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qurโan dan sunnah. Pelaksanaannya hendaknya tetap memperhatikan ketertiban dan tidak menimbulkan gangguan di tengah masyarakat.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Tuntunan Idain dan Qurban, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





