Fahrul Dason: IPM Sulsel Harus Hadirkan Gerakan Nyata Mencerdaskan Pelajar

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, Makassar – Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan, Fahrul Dason, menegaskan bahwa gerakan mencerdaskan pelajar tidak boleh berhenti pada wacana dan agenda organisasi. Gerakan tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menjangkau pelajar di seluruh Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Fahrul dalam pidato iftitah pada Pengukuhan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan Periode 2026–2028 di Aula Gedung Pusdam Sulsel, Sabtu (17/10/2026).
Fahrul mengatakan, IPM memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi penerus kepemimpinan Muhammadiyah. Karena itu, kader IPM harus mampu menjadi teladan bagi pelajar sekaligus mengembangkan gerakan organisasi hingga ke lingkungan sekolah.
“Pada periode ini kita mengusung satu garis perjuangan, membumikan gerakan mencerdaskan pelajar Sulawesi Selatan,” ujar Fahrul.
Menurut dia, komitmen tersebut harus diterjemahkan ke dalam program yang konkret, bukan sekadar menjadi bahan pembicaraan dalam rapat atau tertuang dalam dokumen organisasi. Gerakan pencerahan dan literasi, kata dia, perlu terus diperkuat agar memberikan dampak langsung bagi kehidupan pelajar.
Fahrul juga menekankan pentingnya membangun kesadaran politik di kalangan pelajar. Kesadaran politik, menurut dia, tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik.
“Pelajar tidak hanya melihat politik dalam intrik kekuasaan, tetapi juga bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah melihat politik sebagai ruang untuk berkontribusi dan memberikan masukan-masukan terhadap kebijakan publik,” katanya.
Selain kesadaran politik, Fahrul mendorong kader IPM memperkuat kepedulian terhadap lingkungan atau kesadaran ekologi. Ia menilai, persoalan lingkungan harus menjadi bagian dari perhatian gerakan pelajar, sejalan dengan komitmen Muhammadiyah terhadap isu-isu ekologis.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, ia juga mengingatkan pentingnya literasi media. Maraknya hoaks dan penyebaran informasi yang tidak benar menuntut pelajar memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis.
Fahrul berharap kader IPM mampu membangun ketangguhan dalam menghadapi arus informasi digital, sekaligus menjadi pelajar yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
“Pelajar-pelajar Muhammadiyah ini harus memiliki ketangguhan, harus memiliki semangat media yang baik dan literasi media yang baik,” ujarnya.
Perkuat Kaderisasi dan Solidaritas
Fahrul menegaskan, upaya mencerdaskan pelajar tidak dapat dijalankan IPM secara sendiri. Dukungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Wilayah Aisyiyah, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diperlukan untuk memperkuat gerakan dan proses kaderisasi.
Menurut dia, kaderisasi bukan hanya mekanisme regenerasi kepemimpinan, melainkan juga sarana membangun mentalitas, karakter, dan kapasitas pelajar agar mampu mengambil peran dalam masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan bagian dari dinamika yang tidak dapat dihindari. Karena itu, setiap kader perlu menjaga niat, memperkuat solidaritas, dan menjadikan perbedaan sebagai jalan untuk mencapai tujuan bersama.
Fahrul mengutip petuah Bugis-Makassar, “Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai.” Petuah tersebut, menurut dia, menjadi pengingat agar kader tetap teguh memperjuangkan cita-cita meskipun menghadapi tantangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga perkataan agar tidak melukai sesama kader. Soliditas organisasi, kata dia, harus dibangun melalui sikap saling menghargai dan kesediaan merapatkan barisan.
Dalam kesempatan itu, Fahrul turut mengapresiasi kehadiran Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sulawesi Selatan. Ia berharap IPM, IPNU, dan IPPNU dapat terus membangun kerja sama serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Sulawesi Selatan.
Menutup pidatonya, Fahrul mengajak seluruh kader menjadikan IPM sebagai gerakan pelajar yang berilmu, berkarakter, dan konsisten menghadirkan perubahan. Ia berharap perjuangan kader IPM meninggalkan jejak keilmuan dan pengabdian yang bermanfaat bagi bangsa.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





