Dosen Unismuh Sadriana Ayu Raih Doktor dengan Riset Pembelajaran Digital

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - SURABAYA, Dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Sadriana Ayu, S.Pd., M.Phil., meraih gelar doktor bidang Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menuntaskan studi doktoralnya dalam waktu tiga tahun melalui riset yang menyoroti bagaimana mahasiswa dapat didorong menjadi pencipta teknologi pembelajaran, bukan sekadar pemakai.
Pencapaian ini memberi arti penting bagi Unismuh Makassar karena lahir dari bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini. Transformasi digital di kampus tidak hanya membutuhkan perangkat dan platform, tetapi juga model pembelajaran yang membuat mahasiswa mampu memahami konsep, memanfaatkan teknologi secara sadar, dan menghasilkan produk belajar yang berkualitas.
Dalam ujian terbuka di Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, Sadriana mempertahankan disertasi tentang pengaruh Project Based Learning yang dipadukan dengan Technology Acceptance Model dan Self-Regulated Learning terhadap kemampuan memahami konsep serta menciptakan e-learning. Melalui riset itu, ia mencoba menjawab persoalan umum di kelas digital, yakni kecenderungan mahasiswa memakai teknologi tanpa cukup bekal untuk merancang media pembelajaran secara mandiri.
Model yang ia bangun menggabungkan tiga unsur. Project Based Learning memberi kerangka kerja berbasis proyek, Technology Acceptance Model menjelaskan bagaimana mahasiswa menerima dan menggunakan teknologi, sedangkan Self-Regulated Learning menekankan kemampuan merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri. Kombinasi itu dirancang agar pembelajaran digital tidak berhenti pada pemahaman teori.
Penelitian dilakukan dengan metode kuasi eksperimen pada 50 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Unismuh Makassar. Sebanyak 33 mahasiswa berada dalam kelompok eksperimen yang menggunakan model PjBL-TAM, sementara 17 mahasiswa lainnya mengikuti pembelajaran PjBL biasa. Perbandingan itu dipakai untuk melihat pengaruh model terhadap dua capaian utama, yaitu pemahaman konsep dan kemampuan menciptakan produk e-learning.
Hasilnya menunjukkan kelompok yang memakai pendekatan PjBL-TAM mengalami peningkatan lebih kuat. Pada aspek pemahaman konsep, skor rata-rata kelompok eksperimen naik dari 33 menjadi 69, sedangkan kelompok pembanding meningkat dari 32 menjadi 56. Pada kemampuan menciptakan e-learning, kelompok eksperimen juga memperoleh hasil lebih baik, terutama pada kelengkapan fitur dan interaktivitas produk yang dibuat.
Sadriana menjelaskan bahwa model yang ia rancang sengaja dibangun agar mahasiswa tidak berhenti sebagai pengguna platform belajar. "PjBL-TAM lebih efektif karena tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi mendorong mahasiswa menjadi pencipta media digital," ujarnya.
Temuan lain yang penting adalah peran kemandirian belajar. Riset Sadriana menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning menjadi faktor yang semakin menentukan ketika mahasiswa berhadapan dengan tugas yang menuntut penciptaan produk digital. Artinya, pembelajaran digital yang efektif tidak hanya bergantung pada model mengajar, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa mengelola proses belajarnya sendiri.
Sadriana menilai pendekatan tersebut layak diterapkan pada mata kuliah pengembangan e-learning karena membantu mahasiswa memahami relasi antara proyek, teknologi, dan refleksi belajar. Dengan cara itu, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas untuk mendapatkan nilai, tetapi juga membangun kapasitas sebagai perancang media pembelajaran digital.
Perjalanan akademiknya juga memperlihatkan konsistensi yang kuat. Lahir di Enrekang pada 1995, Sadriana merupakan alumnus Unismuh Makassar, menyelesaikan pendidikan magister bidang Educational Technology di Universiti Teknologi Malaysia, lalu melanjutkan doktoral di Unesa sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia. Selama studi doktoral, ia juga menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1.
Prestasi ini memperkuat posisi dosen-dosen Unismuh Makassar dalam pengembangan riset pembelajaran digital. Di tengah tuntutan inovasi pendidikan tinggi, capaian Sadriana memperlihatkan bahwa kampus Muhammadiyah di Sulawesi Selatan mampu melahirkan riset yang bukan hanya akademik, tetapi juga memberi model praktis bagi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





