Dany Rahmat Muharram: Pelantikan IPM Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Awal Tanggung Jawab Dakwah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, Makassar – Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Dany Rahmat Muharram, mengingatkan pimpinan IPM Sulawesi Selatan periode 2026–2028 bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab dakwah dan pengabdian kepada pelajar.
Pesan tersebut disampaikan Dany dalam sambutannya pada Pengukuhan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan Periode 2026–2028 di Aula Gedung Pusdam Sulsel, Sabtu (17/10/2026).
Dany mengibaratkan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan sebagai titik nol atau center point bagi gerakan IPM. Menurut dia, titik tersebut bukan ruang kosong, melainkan pusat energi dan potensi yang dapat menjadi pijakan untuk menentukan arah perjuangan organisasi.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, yang dinilai telah menghadirkan infrastruktur pendukung gerakan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Dany berharap fasilitas dan warisan perjuangan tersebut dapat dimanfaatkan kader IPM untuk membangun gerakan yang lebih kuat dan menjangkau pelajar hingga tingkat akar rumput.
“Jabatan ini bukanlah untuk dibanggakan, melainkan beban dan tanggung jawab yang wajib ditunaikan,” ujar Dany, mengingatkan para pimpinan yang baru dikukuhkan.
Ia kemudian menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian pimpinan IPM Sulawesi Selatan. Pertama, membangun gerakan ikatan yang hidup, adaptif, dan mampu membumikan algoritma pelajar. Gerakan IPM, menurut dia, harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan kebutuhan pelajar.
Kedua, menjaga soliditas gerakan melalui konsolidasi internal. Dany menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui diskusi agar tidak melemahkan persatuan.
“Ketika perbedaan pendapat telah lahir, silakan didiskusikan dan kembali merapatkan barisan, mulai dari ketua umum sampai para anggotanya,” katanya.
Ketiga, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas tingkatan kepemimpinan, mulai dari pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting. Menurut Dany, koordinasi antarpimpinan harus diarahkan pada program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh kader di lapangan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya program atau aktivitas struktural. Gerakan IPM perlu memastikan bahwa setiap kebijakan dan kegiatan memberikan dampak nyata bagi pelajar.
Karena itu, Dany berharap pimpinan IPM Sulawesi Selatan mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi kerja-kerja yang konkret, sekaligus memperkuat hubungan antarkader di seluruh tingkatan.
Menutup sambutannya, Dany menyampaikan pantun untuk menyemangati kader IPM Sulawesi Selatan.
“Jalan-jalan ke Pantai Losari, makan pisang epek sambil berkelakar. Kader IPM Sulsel tidak pernah gentar, selalu bawa perubahan dan semangat yang menggelegar.”
Ia berharap kepemimpinan IPM Sulawesi Selatan periode 2026–2028 dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh pelajar.
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





