Agus Taufiqurrahman: Kemajuan Umat Dimulai dari Pengamalan Ajaran Islam

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, BANTUL – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, mengingatkan bahwa kemajuan umat Islam harus dimulai dari kesungguhan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Islam tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, kebersihan, dan kepedulian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Agus dalam Tabligh Akbar Ahad Pon Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCM/PCA) se-Banguntapan Selatan Utara di Lapangan Jambidan, Bantul, Ahad (18/10/2026).
Agus menjelaskan, Islam sebagai agama telah memberikan pedoman yang luhur untuk membangun kehidupan yang baik, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Namun, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku sebagian umat Islam.
Ia mencontohkan praktik korupsi sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip amanah dalam Islam. Menurutnya, keimanan semestinya mendorong seseorang untuk menjaga kepercayaan dan berlaku jujur dalam setiap tanggung jawab.
“Ada orang Islam tertangkap karena korupsi, jelaslah hal itu, Islam tidak menghendaki laku demikian karena korupsi merupakan pelanggaran terhadap amanah. Orang beriman harus menjaga amanah dan berlaku jujur,” ujar Agus.
Selain kejujuran, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan membiasakan sikap ramah kepada orang lain. Pengamalan ajaran Islam, menurutnya, harus terlihat dalam tindakan sederhana yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
“Karena itu, umat Islam perlu menunjukkan akhlak yang mencerahkan agar Islam benar-benar dirasakan sebagai rahmat dan kebaikan,” kata Agus.
Ia menambahkan, semangat memajukan umat telah menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Upaya tersebut diwujudkan melalui gerakan ilmu dan pengembangan amal usaha, terutama di bidang pendidikan, untuk membentuk generasi yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan.
Mengacu pada pandangan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1968–1990, AR Fakhruddin, Agus menjelaskan tiga karakter generasi unggul yang perlu dikembangkan, yakni keunggulan moral dan spiritual, intelektual, serta sosial.
Keunggulan moral dan spiritual menjadi fondasi agar ilmu pengetahuan digunakan untuk kebaikan. Sementara itu, keunggulan intelektual diperlukan agar generasi muda mampu menguasai ilmu pengetahuan, berprestasi, dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman.
Agus mencontohkan prestasi pelajar Muhammadiyah dalam bidang matematika yang berhasil meraih medali di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah dapat mendorong pengembangan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter peserta didik.
“Anak-anak kita yang ahli matematika pulang dengan membawa berbagai medali. Mereka pintar-pintar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak sekolah Muhammadiyah unggul secara intelektual,” ujarnya.
Menurut Agus, keunggulan moral, spiritual, dan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjalankan peran sosial. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan individu yang cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan demikian, dalam menjalankan peran sosial pun mereka akan baik. Inilah yang harus terus dikembangkan,” pungkas Agus.
Melalui pengamalan ajaran Islam dan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, Muhammadiyah terus berupaya melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi bagi kemajuan umat serta bangsa.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





